Pandangan Ketua KWI Bojonegoro: Pernyataan Anggota DPR "Wartawan Perusak" Menampar Akal Sehat Publik

 


Bojonegoro || Wartapers.com- Teguh Imam Waluyo, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Komunitas Wartawan Indonesia (KWI) Kabupaten Bojonegoro, menanggapi keras pernyataan oknum anggota DPRD Provinsi Jawa Barat yang menyebut wartawan sebagai "perusak". Menurutnya, ucapan tersebut bukan sekadar keliru, tetapi sangat berbahaya.

Wartawan adalah Pilar Demokrasi, Bukan Perusak,Teguh menilai bahwa di tengah demokrasi yang terus diuji, pernyataan tersebut justru memperlihatkan betapa rapuhnya pemahaman sebagian elite politik terhadap fungsi pers.

"Mereka adalah pilar keempat demokrasi. Wartawan bekerja di lapangan, menggali fakta, membuka tabir kekuasaan, dan menyuarakan kepentingan publik yang kerap diabaikan," tegas Teguh

Lebih jauh ia menambahkan, jika ada pihak yang merasa "dirusak" oleh pemberitaan, barangkali yang terganggu bukan medianya, melainkan fakta yang terungkap.

Sangat ironi, menurut Teguh, karena pernyataan tersebut justru datang dari seorang wakil rakyat. Padahal, merekalah yang seharusnya menjunjung tinggi transparansi dan kebebasan berekspresi.

"Dalam negara demokrasi, kritik bukanlah ancaman, melainkan 'vitamin' bagi kekuasaan agar tetap waras dan terkendali," ujarnya. (19/04/2026).

Teguh mengakui bahwa tidak semua pemberitaan selalu sempurna. Pers juga bisa melakukan kesalahan, namun mekanisme koreksi dan hak jawab sudah diatur jelas dalam Kode Etik Jurnalistik serta Undang-Undang Pers.

"Namun, menyapu bersih seluruh profesi dengan label 'perusak' adalah bentuk generalisasi yang mencederai akal sehat," tekannya.

Ia khawatir narasi semacam ini berpotensi menjadi legitimasi terselubung untuk membungkam media. Jika dibiarkan, ruang kebebasan pers akan semakin tergerus pelan tapi pasti.

Publik pun patut bertanya: Siapa sebenarnya yang merusak? Apakah wartawan yang membongkar fakta, atau justru pejabat yang belum siap menghadapi kenyataan.

Pernyataan kontroversial tersebut seharusnya menjadi alarm bagi kita semua. Bahwa masih ada sebagian penguasa yang belum siap hidup dalam terang.

"Dan selama itu terjadi, wartawan akan tetap berdiri, bukan sebagai perusak, tapi sebagai penjaga kebenaran," pungkas Teguh.

 

Pewarta : MK

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...