Menguak Anggaran Pemeliharaan Sarpras SMAN 2 Mojokerto, Humas : Belum Bisa, masih Banyak Acara
MOJOKERTO, wartapers.com – Kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana di lingkungan SMA Negeri (SMAN) 2 Mojokerto yang dianggarkan untuk tahun 2025, saat ini tengah menjadi sorotan publik dan menjadi objek pantauan awak media.
Pasalnya, anggaran yang menyedot dana negara itu, dinilai sangat penting demi menunjang kenyamanan proses belajar mengajar siswa. Namun sayang, transparansi informasi terkait pelaksanaannya, hingga saat ini masih menyisakan tanda tanya besar bagi publik.
Upaya awak media untuk memperoleh keterangan resmi dari pihak sekolah terkait detail teknis pemeliharaan pekerjaan dan besaran anggaran yang digelontorkan pemerintah, sampai saat ini belum membuahkan hasil yang signifikan.
Tim redaksi sebelumnya telah berusaha menghubungi Bapak Mat selaku Humas SMAN 2 Mojokerto dengan mendatangi sekolahan maupun menghubungi via WhatsApp-nya.
Dalam konfirmasi yang dilakukan, awak media berniat untuk mempertanyakan data pekerjaan pemeliharaan, guna memastikan seluruh proses berjalan sesuai aturan, prosedur yang berlaku, dan nilai anggaran yang telah diterima oleh SMADA.
Namun, upaya konfirmasi tersebut menemui jalan buntu. Ketika ditanya kesediaan waktunya, pihak Humas menyatakan sedang berada dalam perjalanan dari Polresta menuju Surabaya untuk menghadiri sebuah acara.
"Maaf saya ini dari polresta langsung ke Surabaya ada acara," tulisnya di pesan WhatsApp. Jum'at, (10/4/2026).
Ketika ditanya kembali mengenai kemungkinan agenda pertemuan konfirmasi di kemudian hari, hingga apakah konfirmasi dapat dilakukan secara singkat melalui telepon WhatsApp, pihak Humas tidak kunjung memberikan jawaban pasti dalam pesan terakhir.
"Belum bisa, masih banyak acara." lontar Pak Mat, Humas SMA Negeri 2 Mojokerto.
Pernyataan ini menuai reaksi dari seorang wartawan bernama Widodo. Menurutnya, respons yang terhenti itu, dapat memunculkan dugaan kuat bahwa pihak sekolah belum bersedia membuka akses informasi terkait adanya kegiatan pemeliharaan sarpras tersebut.
Padahal, ketidakjelasan informasi, justru akan berpotensi memunculkan spekulasi di tengah masyarakat dan bertentangan dengan prinsip akuntabilitas publik yang seharusnya dijunjung tinggi oleh institusi pendidikan.
"Sebagai media independen, tentunya mas Agung Ch ini sudah berpegang pada komitmen menyajikan berita yang kritis, jujur, dan terpercaya tanpa memihak. Kami berharap pintu konfirmasi tetap terbuka, agar publik mendapatkan data yang utuh dan valid," ungkap Widodo.
Hingga berita ini diturunkan, masih terdapat dugaan bahwa pihak sekolah enggan memberikan keterangan resmi meski awak media telah berupaya melakukan konfirmasi. Pintu komunikasi, diharapkan tetap terbuka demi melengkapi pemberitaan ini.
Pewarta : Agung Ch
Editor: redaksi
