Laporan Dugaan Penyelewengan Program Makanan Bergizi Gratis di Kecamatan Tragah
Bangkalan || Wartapers.com - Warga Kecamatan Tragah, khususnya SPPG dapur di Desa Soket Laok Satu 1. meluapkan kekecewaannya terhadap pelaksanaan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) atau dapur gizi. Program yang seharusnya menunjang kesehatan balita justru ditemukan memberikan asupan yang tidak layak konsumsi.
Balita di kecamatan tragah Desa soket laok Dusun Gundul sebagai penerima manfaat menemukan makan busuk, serta pengelola dapur SPPG Soket Laok Satu 1" dan Satgas terkait sebagai pihak yang bertanggung jawab.
Penemuan makanan tidak layak konsumsi berupa buah Apel busuk dan sistem pembagian makanan yang "dirapel" (digabung) selama tiga hari sekaligus, yang mengakibatkan kualitas makanan menurun drastis.
Dapur program di Desa soketLaol 1, dan distribusi di Soket Gundul, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan.
Kejadian ini dilaporkan sering terjadi dan puncaknya ditemukan baru-baru ini berdasarkan laporan warga yang merasa tidak diperhatikan.
Diduga adanya kelalaian dalam pengawasan dan manajemen distribusi, serta kurangnya respons dari Satgas meskipun warga sudah berulang kali melapor.
Makanan yang seharusnya segar diberikan dalam kondisi busuk, dan jatah harian diberikan sekaligus untuk tiga hari (rapel), sehingga makanan menjadi basi sebelum dikonsumsi oleh balita.
Warga meminta ketegasan dari pihak berwenang agar masalah ini segera diusut tuntas. poin kritikan tajam dari masyarakat.
Warga mendesak Satgas untuk tidak "makan gaji buta" dan segera turun ke lapangan untuk mengecek kondisi dapur dan distribusi ke penerima.
Pengelola dapur di Kecamatan Tragah harus bertanggung jawab atas temuan makanan busuk yang membahayakan nyawa balita.
Masyarakat mempertanyakan alokasi dana program jika makanan yang sampai ke tangan rakyat kecil justru dalam kondisi tidak layak.
"Jangan hanya duduk di kursi empuk! Nyawa dan kesehatan balita kami dipertaruhkan. Kami minta pihak berwajib segera bertindak sebelum jatuh korban akibat keracunan makanan basi!" Aspirasi Warga kecamatan Tragah.
Catatan: Laporan ini dapat Anda teruskan kepada media lokal, Dinas Kesehatan Bangkalan, atau melalui kanal pengaduan resmi Pemerintah Kabupaten Bangkalan agar segera mendapatkan tindak lanjut secara hukum dan administratif."ujarnya warga.
Pewarta: Mukri
