Kepercayaan Runtuh, Kasus Pembacokan Firman Maulidia Di Laporkan ke POLDA Jatim , Dikawal LSM TRINUSA

Pasuruan || Wartapers.com - Tragedi pembacokan yang menimpa Firman Maulidia, warga Dusun Pakem, Desa Martopuro, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, kini memasuki babak baru yang memalukan bagi institusi penegak hukum.

Menyikapi lambatnya penanganan dan tak kunjung tertangkapnya pelaku meski korban sudah mengalami cacat permanen, pihak keluarga yang dikawal oleh LSM TRINUSA sebagai kontrol sosial akhirnya mengambil langkah ekstrem. Secara resmi, mereka menyerahkan laporan pengaduan masyarakat (DUMAS) dan melayangkan protes keras ke Kabid Propam Polda Jawa Timur. Langkah strategis ini dilakukan di kawal langsung oleh LSM TRINUSA.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Ini adalah bentuk keputusasaan dan bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polsek Purwosari sudah hancur lebur.

"Kami terpaksa melapor ke tingkat Polda Jatim dikarenakan masyarakat sudah sangat kritis dan kepercayaan publik terhadap Polsek Purwosari sudah tidak ada lagi. Penanganan kasus ini dinilai sangat lemah, berjalan di tempat, dan tidak berpihak pada keadilan. Bersama LSM TRINUSA, kami memastikan kasus ini tidak akan kami biarkan begitu saja," tegas perwakilan korban yang di kawal langsung oleh LSM TRINUSA.

Mendesak Propam Turun Tangan, Jangan Biarkan Hukum Bisu.

Melalui laporan tersebut, pihak korban dan LSM TRINUSA meminta agar Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jatim segera turun tangan melakukan pengawasan ketat bahkan inspeksi mendadak (sidak) terhadap kinerja penyidik di lapangan.

"Saya berharap dengan adanya Dumas yang sudah kita serahkan ke Bidpropam Polda Jatim, korban pembacokan segera mendapatkan keadilan yang sesungguhnya dan pelaku pembacokan bisa segera diamankan serta diproses hukum sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Kami tidak percaya lagi jika hanya diserahkan sepenuhnya ke Polsek Purwosari. Butuh intervensi langsung dari atas agar hukum berjalan benar," ujarnya.

Mereka menuntut janji yang nyata dan tidak bisa ditawar lagi: Segera amankan pelaku yang hingga kini masih berkeliaran dengan bebas seolah tak tersentuh hukum.

Proses hukum sesuai undang-undang tanpa ada kompromi, main mata, atau upaya licik untuk "memutihkan" perkara. Buktikan bahwa hukum masih tegak berdiri, tidak pandang bulu dan tidak tebang pilih antara orang kuat dan warga biasa.

KRITIK PEDAS LSM TRINUSA: POLSEK PURWOSARI JANGAN MANDUL.

Dalam kesempatan itu yang sama, LSM TRINUSA meluapkan amarahnya dengan melayangkan kecaman sangat tajam dan pedas kepada pihak Polsek Purwosari. Pihaknya menilai kinerja di sana sudah sangat memprihatinkan dan mencoreng wajah institusi kepolisian.

"Kami dari LSM TRINUSA sebagai kontrol sosial menilai kinerja Polsek Purwosari ini SANGAT MEMALUKAN! Segera tangkap pelaku nya dan Hukum itu ada untuk ditegakkan, bukan untuk dijadikan mainan atau komoditas dagang!" tegas Ketua LSM TRINUSA dengan nada tinggi.

Lebih jauh, ia menyoroti hilangnya kepercayaan publik yang kini sudah runtuh total.

"Masyarakat sudah tidak percaya lagi! Kenapa pelaku tindak pidana berat seperti pembacokan yang membuat korban cacat seumur hidup bisa dibiarkan bebas berkeliaran? Apakah karena ada 'orang kuat' yang melindungi? Atau memang Polsek Purwosari tidak punya kemampuan dan keberanian untuk menangkapnya? Jangan jadikan warga kecil ini buah simalakama, jangan pijak hak orang lemah demi melindungi yang kuat!" serunya.

LSM TRINUSA juga menegaskan bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan akan terus mengawal kasus ini sampai titik darah penghabisan.(4/04/2026).

"Ingat, tugas kalian adalah melindungi rakyat, BUKAN melindungi penjahat! Jika di tingkat sini tidak bisa berikan keadilan, kami akan bawa ini sampai ke tingkat yang lebih tinggi. Buktikan kalau kalian masih punya rasa malu dan masih punya harga diri sebagai penegak hukum! Tangkap pelakunya sekarang juga, atau berhentilah berpura-pura menjadi pelindung masyarakat!

Dengan masuknya laporan ini ke Propam Polda Jatim serta sorotan tajam dari LSM TRINUSA, mata publik kini tertuju penuh ke tingkat provinsi. Masyarakat menunggu, apakah keadilan akan ditegakkan atau justru makin menambah daftar panjang ketidakpercayaan rakyat.


Pewarta: MK

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...