Hani Chandra: Temuan yang Disinyalir Ulat dalam Menu MBG Perlu Pembuktian Laboratorium
LEWOLEBA – Wartapers.com - Management Dapur Mandiri Lewoleba Timur. Nubatukan, melalui Pengelola Tarsisia Hani Chandra, menyampaikan klarifikasi terkait temuan yang disinyalir berupa ulat dalam salah satu menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hani Chandra menyampaikan permohonan maaf atas kejadian yang menimbulkan perhatian publik tersebut. Namun ia menegaskan bahwa seluruh proses pengolahan dan distribusi makanan telah dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini. Namun dari sekitar 3.200 paket makanan yang didistribusikan, hanya satu yang dilaporkan bermasalah. Seluruh proses telah kami jalankan sesuai SOP yang ketat,” ujarnya.
Ia juga menilai temuan tersebut perlu dikaji secara lebih mendalam, mengingat jumlah distribusi yang besar namun hanya satu paket yang dilaporkan bermasalah.
Menurutnya, apabila ditemukan indikasi seperti itu di lapangan, sebaiknya pihak penyedia MBG dilibatkan sejak awal agar dapat dilakukan pengecekan bersama secara langsung.
“Ketika ditemukan adanya indikasi seperti itu, sebaiknya menunggu pihak MBG datang agar bisa sama-sama melihat secara langsung. Namun dalam kasus ini, informasi sudah terlanjur dipublikasikan secara sepihak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Hani Chandra menegaskan bahwa untuk memastikan penyebab pasti dari temuan yang disinyalir tersebut, diperlukan uji laboratorium agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan objektif.
“Kami mendorong agar dilakukan uji laboratorium sehingga semua pihak mendapatkan hasil yang objektif dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Konfirmasi ini disampaikan Hani Chandra melalui pesan WhatsApp pada 17 April 2026. Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi atas kejadian tersebut dan tidak akan lari darit tanggung jawab.
“Kami tidak ingin berspekulasi. Jika berdasarkan hasil laboratorium memang terbukti adanya temuan tersebut, maka kami siap menerima risiko dan bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkasnya.
Pewarta: Floni Making
Editor: redaksi
