Bupati Lembata "Inovasi Ini Harus Direplikasi, Bukan Sekadar Seremonial"
LEWOLEBA – Wartapers.com - Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk mengubah pola pikir pembangunan dari sekadar kegiatan seremonial menjadi gerakan ekonomi nyata. Pernyataan itu disampaikannya saat menghadiri panen perdana semangka program "Pemantik" (Pemuda Milenial Tani Ternak) di Demplot GOR Gelora 99, Desa Pada, Senin (27/4/2026).
"Inovasi ini harus terus dikembangkan dan direplikasi oleh seluruh perangkat daerah sesuai dengan tugas dan fungsinya. Kemandirian pangan hanya dapat dicapai melalui kerja kolaboratif yang terencana dan berkelanjutan," tegas Bupati di hadapan puluhan pemuda tani dan pimpinan OPD.
Momen panen ini bukan sekadar perayaan hasil bumi, melainkan bukti konkret integrasi antara pemberdayaan pemuda dan program strategis daerah. Dari lahan seluas 600 meter persegi, demplot yang dikelola 60 pemuda ini diproyeksikan menghasilkan cuan hingga Rp47 juta dalam satu siklus. Keunikan program ini terletak pada skema pemasarannya yang langsung terserap oleh dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG), memangkas rantai distribusi dan menjamin pendapatan petani muda.
Kepala Bidang Disporabud Lembata, Kristo Making, menjelaskan bahwa target utama Pemantik adalah menciptakan ekosistem usaha mandiri. "Program ini tidak hanya berorientasi pada produksi, tetapi juga pada pembentukan ekosistem usaha yang berkelanjutan. Kami ingin memastikan para peserta memiliki kapasitas teknis sekaligus akses terhadap permodalan," ujarnya.
Untuk memperkuat fondasi tersebut, Pemkab Lembata menggandeng Bank NTT untuk membuka akses pembiayaan bagi peserta yang telah lulus pelatihan. Bupati juga mendorong percepatan legalitas kemitraan melalui Nota Kesepahaman (MoU) antara kelompok tani dan pengelola MBG, guna menjamin stabilitas pasokan pangan daerah jangka panjang.
Selain semangka, kawasan demplot ini akan segera dikembangkan untuk komoditas hortikultura lain seperti cabai, tomat, dan kacang panjang. Langkah ini diambil sebagai strategi diversifikasi pendapatan agar para wirausaha muda Lembata tetap tangguh menghadapi dinamika pasar, sekaligus mewujudkan visi daerah berbasis Nelayan Tani Ternak (NTT) secara nyata.
Pewarta: Floni Making
Editor: redaksi
