Bupati Lembata Canangkan Desa Cantik 2026 di Lamatuka-Lebatukan
LEMBATA, Wartapers.com – Badan Pusat Statistik (BPS) resmi meluncurkan Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026 di Kabupaten Lembata sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola data hingga tingkat desa.
Peluncuran program ini berlangsung di halaman Kantor Desa Lamatuka, Kecamatan Lebatukan, Selasa (14/4/2026), dan dihadiri langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, Kepala BPS Kabupaten Lembata Muhamad Sukin, serta jajaran perangkat daerah dan aparat desa.
Program Desa Cantik diharapkan menjadi fondasi penting dalam perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan ekonomi di daerah.
Berdasarkan laporan capaian kinerja makro triwulan I tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lembata pada 2025 tercatat sebesar 4,47 persen. Angka ini menunjukkan tren stabilitas ekonomi yang terus membaik.
Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga mengalami peningkatan menjadi 69,70, yang mencerminkan adanya perbaikan kualitas hidup masyarakat.
Namun, tantangan masih terlihat pada angka kemiskinan yang berada di kisaran 23,27 persen. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 1,37 persen dengan inflasi daerah yang relatif terkendali.
Dalam sambutannya, Bupati Lembata menegaskan pentingnya data sebagai dasar utama dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
“Pembangunan harus berbasis data. Tanpa data yang akurat, kebijakan berisiko tidak tepat sasaran,” tegas Bupati Kanisius Tuaq.
Ia menambahkan, Program Desa Cantik merupakan inisiatif penting dari BPS untuk meningkatkan kapasitas aparatur desa dalam mengumpulkan, mengelola, dan memanfaatkan data secara optimal.
Pada tahun 2026, terdapat beberapa desa yang menjadi lokus program ini, di antaranya Desa Lamatuka, Baopana, dan Muruona.
Menurut Bupati, program ini juga sejalan dengan kebijakan nasional Satu Data Indonesia serta menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Kesiapan data dari desa akan sangat menentukan kualitas hasil sensus dan arah kebijakan pembangunan ke depan,” tambahnya.
Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah dan pemerintah desa untuk memperkuat sinergi dalam mendukung sistem statistik nasional hingga ke tingkat desa.
Kegiatan pencanangan Desa Cantik 2026 ditutup dengan pemukulan gong dan penandatanganan piagam oleh Bupati Lembata bersama Kepala BPS Muhamad Sukin, Camat Lebatukan dan Ile Ape, serta perwakilan organisasi perangkat daerah.
Melalui program ini, BPS bersama Pemerintah Kabupaten Lembata berharap pengelolaan data di tingkat desa semakin baik, sehingga mampu mendorong pembangunan yang lebih efektif, transparan, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Floni Making
Editor: redaksi
