Petani Sampang Tewas Ditombak Tetangga, Hingga Meninggal
SAMPANG, wartapers.com – Aksi penganiayaan sadis yang berujung maut menggemparkan warga Dusun Derbing, Desa Tragih, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Seorang petani Matderih (55), warga Dusun Gur Bungur, dilaporkan tewas setelah diserang secara brutal menggunakan senjata tajam modifikasi oleh pelaku berinisial HB (50) di area persawahan milik korban. Selasa,10/03/2026.
Peristiwa maut tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB saat korban tengah sibuk menggarap sawahnya. Menurut keterangan sejumlah saksi di lokasi, pelaku HB yang memiliki ciri rambut gondrong tiba-tiba datang menghampiri korban dengan membawa sebilah bambu yang ujungnya telah dipasangi pisau tajam menyerupai tombak.
Melihat ancaman tersebut, Matderih sempat berupaya menyelamatkan diri dengan berlari sejauh 30 meter ke arah timur laut sambil berteriak meminta pertolongan. Namun, pelaku yang tersulut emosi berhasil mengejar dan memukul korban menggunakan bambu hingga korban tersungkur di atas tanah persawahan yang berlumpur.
Saksi mata bernama Mattarum (40) yang berada tak jauh dari lokasi sempat mencoba melerai pertikaian tersebut. Sayangnya, upaya melerai gagal total setelah pelaku yang beringas justru membanting tubuh saksi ke tanah. Tanpa ampun, HB kembali melanjutkan serangannya kepada korban yang sudah tidak berdaya.
Puncak aksi keji tersebut terjadi saat pelaku menghujamkan ujung bambu runcingnya tepat ke arah dada kiri korban, di dekat area ketiak. Luka tusuk sedalam 2 sentimeter tersebut mengenai organ vital yang mengakibatkan Matderih mengalami pendarahan hebat dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
Usai melakukan aksinya, pelaku HB langsung melarikan diri dari lokasi dengan membawa senjata tajam yang digunakannya. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Robatal tiba di lokasi untuk mengevakuasi jenazah korban serta melakukan olah TKP guna mengamankan barang bukti berupa pakaian korban dan alat yang digunakan pelaku.
Pihak kepolisian bergerak cepat dan kini telah berhasil mengamankan terduga pelaku HB untuk menghindari amuk massa.
Pelaku selanjutnya dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sampang untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait motif di balik aksi pembunuhan terhadap tetangganya sendiri tersebut.
Pihak keluarga korban yang merasa terpukul mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan sanksi maksimal.
"Kami meminta polisi profesional dan menegakkan hukum seadil-adilnya. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya karena ini tindakan kriminal yang sangat kejam, kalau bisa dihukum seumur hidup " ujar salah satu perwakilan keluarga korban dengan nada geram mengingat ayahnya jadi korban. Selasa,10/03/2026.
Redaksi

