Mafia Kayu Ilegal Logging Diduga Kebal Hukum, Ternyata Bosnya Oknum Polisi
Rokan Hilir , wartapers.com - Aktivitas pembalakan liar dan ilegal logging kini kembali disorot , aktivitas yang ilegal logging,di Desa pematang ibul Dusun seruni, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan hilir (Rohil) diduga bebas beroperasi.
Berdasarkan informasi yang diterima, diduga JN anggota Polsek Kecamatan Bangko Pusako Rohil sebagai pelaku bos illegal logging tersebut. aktivitas yang diduga sebagai pelaku pembalakan liar dan ilegal logging di wilayah tersebut sejumlah sumber menduga kuat ,ada nya keterlibatan salah satu oknum Angota Polsek yang berada di wilayah kecamatan Bangko Pusako .16/03/2026.
Adanya dugaan keterlibatan oknum aktivitas ilegal logging tersebut bertugas di salah satu Polsek kecamatan Bangko Pusako inisial ( j ) hal ini terungkap beberapa sumber mengatakan bos pemain ilegal logging diduga angota coklat,namun agar aktivitas ilegal logging milik oknum tersebut tidak menimbulkan kecurigaan,maka iya menggunakan orang kepercayaan yang mana sering disebut ARP Sitepu , untuk menjadi orang kepercayaan oknum aparat tersebut.
Dengan begitu oknum aparat tersebut hanya main di di balik layar , kemudian ARP Sitepu yang mengatur seluruh anggota pekerja, aktivitas ini pun bukan lagi menjadi rahasia umum di mata masyarakat setempat,bahkan diduga ratusan kubik yang berada di lokasi tersebut hingga bebas tanpa adanya hambatan.
Hasil penelusuran pada senin, beberapa sumber mengatakan dengan jelas,pemain ilegal logging tersebut bukan hanya di bekingi oleh aparat setempat ,Melain adalah bos ilegal logging tersebut diduga kuat salah satu oknum polisi yang bertugas di wilayah tersebut.
"Itu bos nya oknum aparat polisi wilayah Bangko Pusako ,jadi agar tidak terlalu terlihat di mata umum ,oknum polisi itu nama orang lain yang mengelola,karna tidak mungkin dia langsung , sementara dia kan aparat hukum bang "ujar HF kepada sejumlah wartawan. 16/03/2026 .
HF juga mengungkapkan aktivitas ilegal logging tersebut sudah lama beroperasi,namun tidak mampu tersentuh oleh hukum setempat,iya menduga kuat aktivitas tersebut aman tidak mampu tersentuh oleh hukum, diduga bos besar nya adalah salah satu oknum aparat berbaju coklat,hingga tidak mampu pihak aparat penegak hukum memberantas aktivitas tersebut.
"Mungkin pemilik karna bos nya pihak baju coklat makanya tidak bisa di berantas bang,tapi memang pintar permainan nya mereka bang ,dia pakai nama orang lain agar tidak di sorot,kami tau lah bang kami ini orang situ bang bukan orang luar ,jadi ini lah kenyataan nya jika sudah punya aparat jadi aman aman saja lah bang ," imbuh Hf.
Informasi lebih lebih lanjut untuk memastikan adanya aktivitas tersebut tim investigasi langsung melakukan pengecekan di lokasi ,benar saja diduga ratusan kubik kayu yang sudah menjadi bahan tersusun di perkebunan kelapa sawit,kayu olahan bahan dasar tersebut diduga hasil pembalakan liar di kawasan hutan kabupaten Rokan hilir.
Selain HF beberapa keterangan sempat di himpun, menurut keterangan sumber aktivitas tersebut titik pada lokasi bukan lah lokasi saat ini . Namun lokasi pembelahan kayu atau somil sempat pindah dari lokasi yang lama , kemudian membuka lokasi baru untuk melakukan pembelahan kayu berikutnya.
"Kemarin lokasi nya itu bukan situ bang ,ini lokasi baru ,jadi kemarin itu kurang tau ada masalah apa bisa pindah ,lokasi sekarang ini masih baru bang,tapi ya hati hati saja bang karna mereka dikenal jahat ,karna memang itu lah nama nya juga mafia , apalagi bos nya ini oknum aparat juga yang tugas di Polsek bang Pusako ini bang, " tutur sumber yang minta di rahasiakan identitasnya. Senin siang ,16/03/2026.
Terkait adanya dugaan keterlibatan oknum Angota polri hal ini sangat lah di sayang kan , aparat kepolisian seharusnya melakukan tindakan hukum kepada para mafia ilegal logging tersebut,bukan malah sebaliknya diduga sebagai bos aktifitas tersebut.
Menanggapi hal ini sejumlah media akan melakukan konfirmasi kepada Kapolres Rokan hilir dan Kapolda Riau,guna mempertanyakan lebih lanjut ada dugaan keterlibatan oknum Angota Polsek tersebut.
Namun sampai berita ini terbit kan Kapolres Rokan hilir dan Kapolda Riau belum bisa di mintai keterangannya.
Pewarta : wandi
Editor; redaksi
