KPU Lembata dan Dinas Perpustakaan Teken PKS, Diarsipkan sebagai Catatan Sejarah Demokrasi Lomblen

LEWOLEBA – Wartapers.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lembata menjalin kerja sama strategis dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang peningkatan pendidikan pemilih dan pemanfaatan akses informasi kepemiluan.

Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Ketua KPU Kabupaten Lembata, Hermanus Haron Tadon, bersama Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, pada Kamis, 12 Maret 2026, di Aula Goris Keraf Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata.

Kegiatan ini dihadiri seluruh kepala bidang dan staf pada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, termasuk Sekretaris Dinas bersama jajaran pegawai lainnya. Dari pihak KPU Lembata turut hadir Sekretaris KPU Kondradus Liwu, serta para komisioner yakni Ibrahim Kader, Idris Beda, Paulina Yesua B. Tukan, dan Petrus Paulus Juang, bersama sejumlah staf sekretariat KPU Lembata yang ikut menyaksikan proses penandatanganan kerja sama tersebut.

Kerja sama ini sekaligus menandai langkah penting dalam penguatan pengelolaan arsip kepemiluan di Kabupaten Lembata. KPU Lembata bahkan tercatat sebagai instansi pertama yang menyerahkan dokumen hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lembata 2024 serta hasil Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata untuk diarsipkan secara resmi pada tahun 2025.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen KPU Lembata untuk memastikan seluruh dokumen penting penyelenggaraan demokrasi tersimpan dengan baik sebagai referensi sejarah dan sumber pembelajaran bagi generasi mendatang.

Ketua KPU Lembata, Hermanus Haron Tadon, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan kelanjutan dari komunikasi sebelumnya terkait penataan dan pengelolaan arsip kepemiluan.

Menurutnya, kolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan tidak hanya penting dalam aspek pengarsipan dokumen, tetapi juga membuka ruang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mengakses informasi kepemiluan.

“Melalui kerja sama ini kami berharap berbagai dokumen penting pemilu dapat terjaga dengan baik dan sekaligus menjadi sumber literasi demokrasi bagi masyarakat,” ujar Hermanus.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan arus informasi saat ini menuntut masyarakat untuk semakin aktif membaca dan memahami berbagai informasi, termasuk informasi mengenai demokrasi dan pemilu.

Karena itu, perpustakaan dinilai memiliki peran strategis sebagai pusat literasi yang dapat membantu masyarakat memahami proses demokrasi secara lebih baik.

“Kami ingin memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga memahami apa yang mereka pilih dan dampaknya bagi masa depan daerah,” katanya.

Lebih jauh Hermanus menegaskan, kerja sama ini juga menjadi bagian dari babak baru perjalanan demokrasi di Kabupaten Lembata. KPU Lembata dinilai telah mengambil langkah penting dalam memastikan seluruh dokumen kepemiluan tercatat dan terpelihara sebagai bagian dari sejarah demokrasi di Tanah Lomblen.

“Dokumen pemilu bukan hanya arsip administrasi, tetapi juga catatan perjalanan demokrasi daerah yang suatu saat akan menjadi referensi sejarah bagi masyarakat Lembata,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, menyampaikan apresiasi atas inisiatif KPU Lembata yang membuka ruang kolaborasi dalam penguatan literasi demokrasi.

Menurutnya, pendidikan pemilih merupakan bagian penting dalam pembangunan demokrasi yang sehat, karena masih banyak masyarakat yang menggunakan hak pilih tanpa memahami secara utuh makna dan dampak dari pilihan politik mereka.

“Kerja sama ini sangat penting agar masyarakat tidak sekadar memilih, tetapi juga memahami proses demokrasi dengan baik,” ujarnya.

Ia menambahkan, perpustakaan tidak hanya berfungsi sebagai tempat membaca, tetapi juga menjadi ruang belajar masyarakat dalam memahami berbagai aspek kehidupan, termasuk demokrasi, politik, dan tata pemerintahan.

Melalui kolaborasi tersebut, kedua lembaga berharap masyarakat Lembata semakin cerdas dan kritis dalam menggunakan hak pilihnya pada setiap penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan kepala daerah di masa mendatang.

Kerja sama ini sekaligus menjadi fondasi penting bagi pengembangan literasi demokrasi di Kabupaten Lembata, sehingga masyarakat memiliki pengetahuan yang memadai untuk berpartisipasi aktif dalam kehidupan demokrasi.


Pewarta : Floni Making

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...