"Bupati Kanis: Lembata Fishing Tournament Bukan Sekadar Lomba, Tapi Investasi Pariwisata Jangka Panjang”
LEWOLEBA, Wartapers.com — Pemerintah Kabupaten Lembata terus mematangkan persiapan Lembata Fishing Tournament Piala Bupati 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–24 Mei mendatang, dengan total hadiah lebih dari Rp250 juta.
Ajang ini diposisikan bukan sekadar perlombaan memancing, melainkan strategi besar untuk mengangkat potensi wisata bahari Lembata ke level nasional hingga internasional.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menegaskan bahwa turnamen ini memiliki misi jangka panjang bagi daerah.
“Penyelenggaraan turnamen ini bukan sekadar kompetisi. Ini adalah investasi jangka panjang untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Lembata,” tegas Bupati Kanis.
Ia menambahkan, pemerintah ingin menjadikan event ini sebagai pintu masuk promosi wisata yang berdampak langsung pada ekonomi lokal.
“Kita ingin wisatawan datang, tinggal lebih lama, dan membelanjakan uangnya di Lembata. Di situlah efek ekonominya terasa,” ujarnya.
Persiapan kegiatan ini dibahas dalam rapat konsolidasi lintas sektor yang digelar di rumah jabatan bupati pada 17 Maret 2026. Dalam forum tersebut, pemerintah memastikan kesiapan teknis, koordinasi panitia, hingga keterlibatan berbagai pihak.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Lembata, Yakobus Andreas Wuwur, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian besar promosi daerah.
“Kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Kita siapkan rangkaian event pendukung untuk memperkuat daya tarik wisata,” jelas Yakobus.
Ia merinci sejumlah agenda yang akan digelar bersamaan.
“Mulai dari pemilihan Ina Ama Lembata, lomba puisi dan foto pendek, hingga kegiatan film maker dan film academy untuk mendorong ekosistem kreatif,” katanya.
Selain itu, akan digelar pula kegiatan olahraga dan budaya.
“Ada juga sepeda santai, lomba dayung perahu tradisional, yang nanti berpuncak pada Festival Lamaholot,” tambahnya.
Namun di balik ambisi besar tersebut, pemerintah tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang dihadapi daerah.
Sejumlah persoalan seperti kondisi fiskal, infrastruktur jalan, akses transportasi, hingga fasilitas penunjang wisata masih menjadi pekerjaan rumah yang perlu dibenahi.
Bupati Kanis mengakui keterbatasan tersebut, namun tetap optimistis.
“Memang ada keterbatasan, termasuk waktu persiapan yang relatif singkat. Tapi saya percaya dengan dukungan masyarakat dan pelaku usaha lokal, kita bisa sukses,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi semua pihak.
“Kunci dari kegiatan ini adalah kebersamaan. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.
Pemerintah daerah memprediksi, pelaksanaan turnamen ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama bagi pelaku UMKM.
“Sektor penginapan, kuliner, dan transportasi akan bergerak. Ini momentum untuk meningkatkan pendapatan masyarakat,” jelas Bupati Kanis.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan ajang ini menjadi event tahunan bergengsi dengan sistem piala bergilir.
Meski demikian, sejumlah pelaku usaha lokal mengingatkan agar kegiatan ini tidak berhenti pada euforia sesaat.
“Event seperti ini bagus, tapi harus diikuti dengan perbaikan infrastruktur dan kebijakan anggaran yang jelas,” ujar salah satu pelaku usaha.
“Kalau tidak, dampaknya tidak akan bertahan lama,” tambahnya.
Dengan hadiah besar dan konsep kegiatan terpadu, Lembata Fishing Tournament 2026 diharapkan menjadi momentum kebangkitan sektor pariwisata sekaligus penggerak ekonomi lokal di daerah itu.
Pewarta: Floni Making
Editor: redaksi
