Dirut Bank NTT Optimalkan KUR sebagai Motor Penggerak UMKM NTT
Kupang, Wartapers.com - Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, menegaskan bahwa Kredit Usaha Rakyat (KUR) harus dipahami sebagai instrumen penggerak ekonomi, bukan bantuan gratis dari pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikannya dalam diskusi publik Hari Pers Nasional 2026 dan peringatan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia di Aula Rumah Jabatan Gubernur Nusa Tenggara Timur.
Charlie menekankan bahwa KUR merupakan fasilitas pinjaman yang ditujukan khusus untuk kegiatan produktif. Karena itu, dana tersebut tidak boleh digunakan untuk kebutuhan konsumsi pribadi.
“KUR bukan program bagi-bagi uang. Ini kredit yang harus dipakai untuk usaha dan wajib dikembalikan. Kalau tidak digunakan secara produktif, tujuannya tidak tercapai,” tegasnya.
Ia menjelaskan, program KUR dirancang untuk membantu pelaku usaha kecil memperoleh akses permodalan yang sebelumnya sulit mereka dapatkan dari lembaga keuangan formal.
Dengan dukungan pembiayaan tersebut, pelaku usaha diharapkan mampu memperluas skala usaha dan meningkatkan daya saing.
Menurut Charlie, setelah usaha berkembang dan menjadi lebih stabil, pelaku UMKM diharapkan beralih ke skema pembiayaan komersial. Hal ini penting agar dana KUR bisa terus bergulir dan menjangkau pelaku usaha baru.
Pada tahun 2026, Bank NTT memperoleh alokasi KUR sebesar Rp350 miliar. Dari jumlah itu, Rp50 miliar dialokasikan bagi pembiayaan pekerja migran asal NTT.
Ia menyebutkan, pembiayaan tersebut sangat membantu calon pekerja migran untuk memenuhi kebutuhan sebelum keberangkatan, seperti pelatihan, pengurusan dokumen, biaya perjalanan, serta kebutuhan hidup awal di negara tujuan. Dengan bunga sekitar 6 persen dan plafon pinjaman hingga Rp100 juta, program ini dinilai cukup ringan bagi masyarakat.
Selain untuk pekerja migran, penyaluran KUR tahun ini juga diprioritaskan pada sektor-sektor produktif yang mendukung ekonomi daerah, termasuk pertanian, peternakan, dan usaha mikro berbasis pangan.
Charlie menambahkan, KUR terdiri atas kredit modal kerja untuk operasional usaha dan kredit investasi yang digunakan membeli aset tetap atau mengembangkan fasilitas usaha.
Saat ini Bank NTT memiliki 222 jaringan kantor di berbagai wilayah NTT.
Jaringan tersebut akan terus dimaksimalkan untuk memperluas akses pembiayaan hingga ke sentra ekonomi dan pelaku UMKM di tingkat kecamatan.
“Kami ingin KUR benar-benar menjadi alat penguatan ekonomi masyarakat, bukan hanya program sesaat,” ujar Charlie.
Pewarta: Unny
Editor: redaksi
