Birokrasi Berorientasi Hasil, Lembata Raih Predikat “Baik” dalam SAKIP
LEWOLEBA, Wartapers.com – Pemerintah Kabupaten Lembata terus memacu reformasi birokrasi berbasis kinerja. Di bawah kepemimpinan Petrus Kanisius Tuaq, komitmen itu ditegaskan lewat penyerahan Piagam “SAKIP Award” kepada jajaran perangkat daerah yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP).
Momentum tersebut berlangsung usai Apel Kesadaran Bulan Februari di halaman Kantor Bupati Lembata.
Dalam suasana khidmat, Bupati menyerahkan penghargaan kepada 36 penerima yang terdiri dari Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, Kepala Organisasi Perangkat Daerah, hingga Tim SAKIP Bagian Organisasi.
Bagi Lembata, Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) bukan sekadar instrumen administratif. SAKIP merupakan sistem manajemen kinerja pemerintah yang menilai efektivitas perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan program berdasarkan hasil serta dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan pendekatan ini, ukuran keberhasilan tidak lagi bertumpu pada besarnya anggaran yang dihabiskan, melainkan pada manfaat konkret yang dirasakan publik.
“Peningkatan ini adalah hasil kerja bersama. Kita patut bersyukur, tetapi tidak boleh berpuas diri,” tegas Bupati Kanisius Tuaq di hadapan peserta apel.
Ia mengungkapkan, nilai AKIP Kabupaten Lembata mengalami kenaikan dari 60,09 pada tahun 2024 menjadi 60,53 pada tahun 2025. Meski hanya naik 0,44 poin, capaian tersebut mengantarkan Lembata meraih predikat “Baik”. Angka itu menjadi indikator bahwa sistem perencanaan dan pelaporan kinerja pemerintah daerah mulai bergerak ke arah yang lebih efektif dan akuntabel.
Dalam perspektif tata kelola pemerintahan modern, implementasi SAKIP yang konsisten mendorong transparansi, memperkuat akuntabilitas, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik. Setiap perangkat daerah dituntut menyelaraskan program dengan target yang terukur dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Bupati menekankan, penghargaan SAKIP Award bukanlah garis akhir, melainkan pemantik semangat untuk terus memperbaiki diri.
“Saya berharap penghargaan ini memacu seluruh aparatur agar lebih profesional, responsif, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.
Melalui momentum ini, Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan tekadnya memperkuat implementasi SAKIP sebagai fondasi pemerintahan yang akuntabel dan profesional. Di tengah tuntutan publik yang kian kritis, birokrasi ditantang bukan hanya bekerja, tetapi membuktikan dampak.
Reformasi birokrasi di Lembata kini bergerak dari sekadar administrasi menuju manajemen kinerja berbasis hasil—sebuah langkah kecil yang diharapkan berbuah besar bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Pewarta: Floni Making
Editor : redaksi
