SDN Batuporo Timur 1 Terancam Ditutup, Kadisdik Sampang Ungkap Fakta Mengejutkan
![]() |
| Foto ; Nor Alam Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, Rabu 21/01/2025. |
SAMPANG , wartapers.com – Dunia pendidikan di Kabupaten Sampang tengah diguncang isu miring menyusul beredarnya video viral yang menunjukkan kekosongan aktivitas belajar mengajar di SDN Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung. Menanggapi polemik tersebut, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Sampang, Nor Alam, akhirnya memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan simpang siur informasi di tengah masyarakat.
Kabar mengenai rencana penutupan sekolah ini mencuat setelah video amatir memperlihatkan kondisi gedung sekolah yang sepi tanpa siswa pada jam efektif. Meski dalam data Pokok Pendidikan (Dapodik) tercatat memiliki 34 siswa aktif dan dikelola oleh 7 orang guru, fakta di lapangan menunjukkan pemandangan yang kontras, di mana hanya sedikit tenaga pengajar yang terlihat hadir tanpa adanya interaksi pembelajaran.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Kadisdik Sampang, Nor Alam, bersama Kepala Inspektorat Ari Wibowo dan Asisten 1 Setda Sampang, Sudarmanta, melakukan inspeksi mendadak dan menemui pihak sekolah. Dalam pertemuan itu terungkap bahwa aktivitas belajar mengajar di SDN Batuporo Timur 1 ternyata hanya berjalan efektif satu kali dalam sepekan, yakni pada hari Jumat.
"Berdasarkan penjelasan kepala sekolah, setiap hari Jumat kegiatan belajar mengajar berlangsung normal dengan kehadiran tujuh guru lengkap. Namun, di luar hari tersebut, meski guru tetap hadir ke sekolah, proses pembelajaran tidak berjalan karena tidak ada siswa yang datang," ujar Nor Alam saat dikonfirmasi pada Rabu , 21/01/2026.
Fenomena "sekolah tanpa siswa" ini ditengarai merupakan dampak jangka panjang pasca pandemi COVID-19. Nor Alam menjelaskan bahwa selama masa transisi tersebut, mayoritas orang tua di wilayah sekitar lebih memilih memindahkan anak-anak mereka ke Madrasah Ibtidaiyah (MI) dibandingkan tetap bertahan di sekolah dasar negeri.
Pihak Dinas Pendidikan menegaskan bahwa minimnya jumlah siswa di sekolah tersebut murni karena pilihan subjektif dari wali murid dan bukan karena faktor eksternal lainnya.
"Pilihan pendidikan sepenuhnya berada di tangan orang tua. Kami tidak bisa memaksakan kehendak jika masyarakat lebih memilih jalur pendidikan agama bagi anak-anak mereka," tambahnya Kepala Disdik yang baru menjabat ini.
Sebagai langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan ini, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang berencana melakukan penyandingan data siswa dengan pihak Kementerian Agama (Kemenag). Pemerintah akan meminta ketegasan dari para wali murid untuk menentukan status pendidikan anak mereka agar tidak terjadi tumpang tindih administrasi antara SD dan Madrasah.
Jika hasil koordinasi menunjukkan bahwa mayoritas orang tua tetap memilih madrasah, maka SDN Batuporo Timur 1 akan ditutup secara resmi melalui proses regrouping. Seluruh tenaga pendidik yang berstatus aktif nantinya akan didistribusikan ke sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sampang yang masih kekurangan tenaga pengajar.
Selain persoalan operasional, Kadisdik juga mengklarifikasi isu penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tetap berjalan di sekolah tersebut. Mengingat siswa banyak yang berada di madrasah, bantuan makanan dibagikan saat siswa pulang melintasi depan sekolah, sementara sisa paket makanan diberikan kepada warga sekitar agar tidak terbuang sia-sia.
Terakhir, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi mendalam terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), termasuk pemanfaatan fasilitas smart panel dan beban konsumsi listrik. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap rupiah anggaran negara yang dikelola sekolah tetap dipertanggungjawabkan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Redaksi

