Klarifikasi ke Dinas Pendidikan Terkait SDN Patemon Kayu Atapnya Keropos
Bangkalan || Wartapers.com - Menyikapi adanya temuan yang begitu krusial, Kabid Pendidikan Ali Yusri Purwanto, mengatakan Sekolah SDN Patemon kecamatan tanah merah Kabupaten Bangkalan, ia menyatakan jika kayu tersebut memang sudah rusak.
" Itu terdapat kayu memang sudah keropos yang dikerjakan oleh CV Rajata Putra Indah pelaksana proyek rehabilitasi ruang kelas di SDN Patemon tersebut " ungkap Kabid Pendidikan melalui pasan singkat WhatsApp.
Pelaksana setelah melakukan pembongkaran satu ruangan kelas di karenakan jalurnya kayu ruang kelas jadi satu setelah dibongkar terjadi keretakan dikarena memang kayunya sudah keropos.
Kondisi sekolah tidak pernah dapat bantuan dari sebelu sebelumnya Mas setelah dilakukan pengerjaan oleh CV Rajata Putra Indah. Akibat pembongkaran tersebut, dua ruang kelas juga diperbaiki dapat pihak sekolah menyesuaikan proses pembelajaran di tengah berlangsungnya kegiatan tetap mengajar
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, mengatakan bahwa prosedur pelaksanaan proyek sudah benar dengan sebaliknya.
“Ketika kami melakukan kelapangan posisinya memang atap atau hasbes ini sudah di bawah. Mestinya dilakukan uitzet dulu baru dibongkar, bukan malah dibongkar lebih dulu,”Ujarnya ": Yusri, saat dikonfirmasi
Yusri mengungkapkan, berdasarkan hasil konfirmasi kepada konsultan pengawas dan CV Rajata Putra Indah, pembongkaran dua ruang kelas tersebut diklaim sebagai dampak dari satu ruang kelas yang menjadi objek utama rehabilitasi.
“Setelah saya konfirmasi ke konsultan maupun CV pelaksana, atap dua ruang kelas itu disebut terdampak dari satu ruang kelas yang direhab. Alasannya karena kelas tersebut satu unit, sehingga berimbas ke dua kelas lainnya. Ditambah kondisi kayu atapnya yang sudah keropos dan rusak parah,” tersebut
Terpisah , media ini melakukan konfirmasi kepada ke pelaksana Insyaallah dalam dekat ini kami selaku pelaksana sudah memasang kembali untuk dua 2 Ruang kelas kerna kalau dibiarkan seperti tempo hari membahayakan kalau di pakek proses belajar mengajar dampaknya kasian takut ada korban karna sudah tidak layak ditempati padahal ini di turunkan demi keselamatan Siswa ungkapnya pelaksana (12/1/2026)
Pewarta :MK
Editor: redaksi

