Kecewa Pencurian Kabel Trafo di JLS Sampang, PLN Tempuh Jalur Hukum

 

​SAMPANG , wartapers.com – Aksi pencurian infrastruktur vital milik negara kembali terjadi di wilayah Kabupaten Sampang, Madura. Kabel trafo milik PLN yang berlokasi di kawasan Jalur Lintas Selatan (JLS) dilaporkan raib digondol pencuri pada malam hari. Pelaku memanfaatkan kondisi lokasi yang sepi untuk memotong dan mengupas kabel tembaga sepanjang 10 meter tersebut di tempat kejadian. Kamis,15/01/2025.

​Peristiwa ini pertama kali teridentifikasi setelah pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sampang menerima laporan dari masyarakat terkait adanya gangguan teknis. Saat petugas melakukan pengecekan lapangan, ditemukan jejak perusakan brutal pada instalasi trafo. Kabel komponen utama telah diputus dan hanya menyisakan kulit pelindung yang berserakan di sekitar lokasi.

​Manager PLN ULP Sampang, Redi Ramadhan, mengonfirmasi bahwa tindakan kriminal ini dilakukan secara terang-terangan dan terencana. Menurutnya, pelaku sengaja menyasar area JLS yang minim pengawasan pada jam-jam rawan untuk melancarkan aksinya. 

“Kami menerima laporan masyarakat pada malam hari. Setelah dicek, kabel sudah dalam kondisi terputus dan dikupas langsung di lokasi,” ujar Redi saat memberikan keterangan resmi. Rabu,14/01/2025. Malam.

​Redi menegaskan bahwa kerugian yang dialami bukan sekadar materiil, melainkan juga ancaman terhadap keandalan sistem kelistrikan di wilayah tersebut. Kabel tembaga yang dicuri merupakan komponen vital yang berfungsi menyalurkan daya ke pelanggan. Kehilangan aset ini berpotensi memicu pemadaman listrik hingga risiko kecelakaan akibat kabel yang terbuka.

​Menanggapi tindakan tersebut, PLN mengambil langkah tegas dengan membawa kasus ini ke ranah hukum tanpa kompromi. Redi menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan seluruh berkas laporan untuk dilimpahkan ke Polres Sampang guna penyelidikan lebih lanjut. 

"Kami tidak mentoleransi penjarahan aset negara ini dan meminta pihak kepolisian untuk mengusut tuntas hingga ke jaringan penadahnya," tandasnya.

​Dampak dari aksi penjarahan ini, tim teknis PLN dipaksa melakukan pekerjaan darurat guna memulihkan pasokan listrik. Proses perbaikan instalasi trafo diperkirakan hari ini hingga selesai demi menjaga kenyamanan pengguna jalan . Hal ini menjadi beban tambahan bagi perusahaan dan merugikan kenyamanan publik yang bergantung pada fasilitas listrik di kawasan JLS.

​Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan kolektif terhadap infrastruktur publik di titik-titik rawan. Kini, masyarakat menunggu langkah responsif dari Polres Sampang untuk segera menangkap pelaku.

Penegakan hukum yang tegas diharapkan dapat memberikan efek jera sehingga fasilitas negara tidak lagi menjadi sasaran empuk praktik kriminalitas.


Redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...