Jurnalis Senior Sebut Kabid SD Gagal Dalam Jalankan Fungsi Kontrol, Sengaja Atau Kecolongan..!
SAMPANG, wartapers.com – Jagat maya dihebohkan dengan beredarnya video amatir yang mengungkap kondisi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batuporo Timur 1, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang miris tak berpenghuni . Video yang viral di berbagai platform media sosial pada Selasa 20/01/2026 tersebut memicu reaksi keras dari berbagai lapisan masyarakat terkait kredibilitas pengelolaan pendidikan di wilayah tersebut.
Dalam unggahan video amatir tersebut, terlihat suasana sekolah yang sepi tanpa aktivitas murid pada jam efektif Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Kondisi ini dinilai sangat kontras dengan status sekolah negeri yang seharusnya menjadi pusat pendidikan dasar bagi masyarakat sekitar justru hanya dijadikan formalitas segelintir oknum tertentu.
Fakta yang lebih mengejutkan terungkap saat kamera hanya menangkap keberadaan tiga orang guru di lokasi tanpa kehadiran satu pun siswa. Fenomena "sekolah tanpa murid" ini memunculkan tanya besar mengenai efektivitas pengawasan yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang.
Berdasarkan penelusuran data pada laman Suara Bangsa dan sinkronisasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik), SDN Batuporo Timur 1 tercatat secara resmi memiliki 34 siswa aktif dan dikelola oleh 7 orang guru. Ketidaksinkronan antara data administratif dan realita di lapangan ini memperkuat dugaan adanya manipulasi data demi kepentingan.
Menanggapi hal tersebut, Agus Bahri, seorang jurnalis senior dari Jatimsatunews, memberikan kritik tajam. Ia menyoroti kinerja Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdik Sampang, M. Yusuf yang dinilai gagal dalam menjalankan fungsi kontrol dan supervisi terhadap satuan pendidikan di bawah naungannya.
"Kabid yang satu ini terlalu banyak berwacana ( gacor ) , namun hingga kini belum ada langkah konkret untuk memperbaiki kualitas dan integritas satuan pendidikan. Kasus SDN Batuporo Timur 1 adalah bukti nyata lemahnya manajemen pendidikan kita," tegas Agus dengan nada geram saat diwawancarai awak media.
Agus menambahkan bahwa publik kini mencurigai adanya praktik "kongkalikong" atau kerja sama ilegal terkait pelaporan jumlah siswa. Ia khawatir fenomena sekolah formal yang hanya ada "di atas kertas" ini juga terjadi di wilayah lain di Kabupaten Sampang sehingga berpotensi merugikan keuangan negara.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pemerintah daerah seharusnya fokus pada perbaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan tata kelola KBM yang transparan. Menurutnya, pemenuhan sarana prasarana dan penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak akan tercapai jika data dasar kependidikan saja masih sarat dengan rekayasa.
Di sisi lain, upaya konfirmasi yang dilakukan awak media kepada M. Yusuf selaku Kabid Pembinaan SD menemui jalan buntu. Saat dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp pukul 10.35 WIB, Yusuf hanya memberikan jawaban singkat tanpa menyentuh substansi permasalahan yang sedang viral. Selasa 20/01/2026.
"Ini saya baru selesai dari lokasi dan mau mandi dulu sebelum masuk kantor," singkat Yusuf saat itu dikonfirmasi seperti mengalihkan problem dunia pendidikan yang saat ini mulai terendus bobrok dan buruk dimuka publik.
Namun, hingga pukul 13.30 WIB, yang bersangkutan belum memberikan klarifikasi resmi maupun langkah taktis terkait dugaan manipulasi data siswa di SDN Batuporo Timur 1, sehingga memperkuat kesan bungkam di hadapan publik.
Redaksi

