Adu Banteng Terjadi Di Jalur Hauling Pertambangan Di Desa Hakatutobu Pomalaa

KOLAKA.WARTAPERS.COM - Deru mesin tambang di Kecamatan Pomalaa mendadak berubah menjadi dentuman keras yang mencekam. Insiden berdarah kembali mencoreng wajah dunia pertambangan di Sulawesi Tenggara.

Pada Rabu (15/01) tepat pukul 11:08 WITA, sebuah kecelakaan "adu banteng" hebat terjadi di jalur hauling strategis yang membelah wilayah IUP PT Akar Mas Internasional (AMI).

​Dua unit kendaraan operasional sepuluh roda yang di duga milik PT Putra Sabar Menanti (PSM) terlibat benturan keras dengan mobil operasional PT Aneka Mining Mineral (AMM). Kejadian yang berlokasi di KM 3, Desa Hakatutobu ini seketika menjadi sorotan tajam, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi aktivitas beberapa perusahaan tambang besar.

​Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan terjadi di jalur yang dikelola perusahaan swasta, namun berada dalam wilayah administratif WIUP PT Akar Mas Internasional.

Kedua kendaraan yang melaju berlawanan arah karena pekatnya debu tidak mampu menghindar hingga terjadi tabrakan frontal yang mengakibatkan kerusakan parah pada bagian depan unit kendaraan.

​Belum diketahui pasti kondisi  korban luka, namun kerasnya benturan memicu kekhawatiran serius mengenai standar keamanan berkendara di area tersebut.

Menghujam Perusahaan pertambangan,sebab kejadian seperti ini sudah berulang kali terjadi dan ​insiden ini bukan sekadar kecelakaan lalu lintas biasa. Peristiwa ini langsung memicu gelombang kritik pedas dari berbagai pihak terkait penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Jalur hauling yang digunakan secara kolektif oleh beberapa pemegang IUP vital seharusnya memiliki pengawasan yang jauh lebih ketat.ungkap salah satu penambang yang enggan di sebut namanya.

​"Kejadian ini membuktikan bahwa pengawasan di lapangan masih sangat lemah. Bagaimana mungkin di jalur se-vital itu, insiden 'adu banteng' bisa terjadi di siang bolong? Kami mempertanyakan sejauh mana PT AMI dan subkontraktor di dalamnya menerapkan SOP K3 secara nyata, bukan sekadar di atas kertas," ujar salah satu pemerhati pertambangan setempat.

​Jalur hauling PT PMS yang melintasi wilayah AMI memang dikenal padat karena digunakan oleh beberapa perusahaan sekaligus. Lemahnya koordinasi antar-perusahaan dalam mengatur lalu lintas kendaraan operasional dituding menjadi akar masalah yang kerap membahayakan nyawa para pekerja tambang.

​Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen terkait masih bungkam mengenai penyebab pasti kecelakaan dan langkah evaluasi yang akan diambil.

Masyarakat dan pekerja kini menanti ketegasan pihak inspektur tambang untuk turun tangan mengusut tuntas insiden ini sebelum memakan korban jiwa lebih lanjut.


Pewarta : Asril

Editor: redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...