Oknum PNS RSUD Sampang Klarifikasi Isu Pemalsuan Data dan Proses Hukum di Bangkalan
SAMPANG, wartapers.com – Menyusul pemberitaan sebelumnya terkait dugaan pemalsuan data yang menyeret nama seorang aparatur sipil negara (ASN) di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang berinisial FH (Farida Handayani), pihak yang bersangkutan akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi dan meluruskan sejumlah informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.
Dalam keterangannya, Farida Handayani menegaskan bahwa isu dugaan pemalsuan data yang dikaitkan dengan dirinya tengah berproses di Pengadilan Agama Bangkalan, bukan dalam konteks pidana, melainkan menyangkut persoalan rumah tangga dan hak asuh anak.
“Persoalan ini murni ranah keluarga. Kami sedang berproses di Pengadilan Agama Bangkalan untuk mendapatkan kepastian hukum dan kejelasan status ke depan,” ujar Farida, Rabu (12/11/2025).
Farida juga menanggapi tudingan yang menyebut dirinya memalsukan data anak. Ia menegaskan bahwa selama ini dirinya justru berperan besar dalam merawat dan membesarkan anak yang kini dipersoalkan.
“Kasihan, sejak bayi saya rawat dan perlakukan sama seperti anak kandung saya sendiri. Secara psikologis, saya punya ikatan emosional yang kuat dengannya,” ungkapnya dengan nada haru.
Lebih jauh, Farida mengaku kerap disudutkan dalam konflik rumah tangganya, bahkan mendapatkan ucapan yang dianggap sangat menyakitkan.
“Setiap kali bertengkar, saya sering dijustifikasi dengan sebutan ‘perempuan mandul’. Itu sangat menyakitkan,” ucapnya.
Terkait munculnya dugaan masalah keuangan yang menyeret namanya, Farida menyebut bahwa persoalan itu merupakan imbas dari aktivitas politik suaminya, Agus Ferianto, yang sempat maju sebagai calon legislatif (Caleg) pada Pemilu 2019.
“Dampak dari pencalonan suami saya dulu, sekarang justru saya yang ditagih utang oleh rekan-rekan suami. Padahal itu bukan tanggungan saya,” tegasnya.
Meski tengah diterpa isu yang cukup berat, Farida memastikan bahwa dirinya tetap fokus menjalankan tugas sebagai ASN di lingkungan RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang dengan profesionalitas dan tanggung jawab penuh.
“Saya tetap bekerja secara profesional dan akuntabel sebagai PNS di RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang. Apa pun yang terjadi di ranah pribadi, tidak akan saya bawa ke dunia kerja,” pungkasnya.
Sementara itu, pihak RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang belum memberikan keterangan resmi terkait polemik yang melibatkan salah satu stafnya tersebut. Proses hukum dan klarifikasi lebih lanjut kini masih menunggu hasil persidangan di Pengadilan Agama Bangkalan.
Redaksi

