Tim Pemenangan Kontestasi Politik Bupati Luwu Timur Masyarakat dibohongi , Mereka Tagih Janji
LUWU TIMUR, wartapers.com - Masyarakat Loeha Raya menagih janji politik Bupati Luwu Timur, yang sebelumnya dalam isi perjanjian tersebut tertulis bahwa Bupati Luwu Timur apabila duduk sebagai Bupati dalam pernyataannya dirinya siap memenuhi perjanjian itu kepada Masyarakat Loeha Raya.
Terkesan merasa penuh dengan kebohongan politik , dari 21 poin yang tertulis "Kontrak Politik" kontrak perjanjian yang lengkap dengan tanda tangan diatas matre, tidak hanya itu saja Tim Kemenangan dalam kontestasi Politik mereka juga ikut terlibat bertanda tangan dalam sebagai Tim Pemenangan IBAS-PUSPA Loeha Raya. Tokalimbo, 10 September 2024.
Namun dalam kemenangan yang mereka raih kini hanyalah menyisakan goresan merah terhadap masyarakat dan Tim Pemenangan IBAS-PUSPA ibarat pribahasa "Kacang lupa pada kulitnya" . Mereka menuntut bukti dalam isi kontrak kerja yang sebelumnya ditandatangani tersebut.
Polemik ini tetap jadi sorotan tajam bagi masyarakat setempat apalagi mengotak-atik lahan usaha mereka yang seharusnya menjaga kesejahteraan nya justru berbanding terbalik, Pemkab setempat hanya menjadi penonton tanpa melihat kondisi permasalahan yang telah dirundung oleh para petani, Sebagai ketua asosiasi dirinya dan masyarakat setempat merasa dibohongi dan merasa dizolimi oleh pemerintah setempat.
" Bagaimanapun janji tetaplah janji , masyarakat Loeha Raya merasa di bohongi dan merasa di zolimi sebab dalam nota perjanjian tersebut yang bermatrei lengkap dengan tanda tangan semua, Baik dari calon Bupati dan tokoh Masyarakat , Namun bodohnya kita dibohongi hingga saat ini belum satu pun dalam Poin Kontrak Politik tersebut dipenuhi " ungkap Ketua Asosiasi Petani Ladah ( APL ) setelah deklarasi tolak tambang selesai.
Lanjut kata Ketua Asosiasi Petani Ladah "Iya kami merasa di bohongi selama ini janji politik yang dia tandatangani belum ada realisasinya sampai sekarang, bahkan perusahan PT VALE mau ambil lahan kami untuk di jadikan tambang , kami masyarakat sendiri yang berdiri di depan untuk menolak Tambang, Pemerintah setempat dan Pemda mereka hanya tutup mata apa lagi Bupati,bahkan kami masyarakat sering di intimidasi oleh pihak suruhan perusahaan " . Tambahnya dengan nada kesal.
Jadi sekarang kami menagih janji Bupati Luwu Timur di mana poin pertama dalam perjanjian itu di sebutkan, bersedia dan bersungguh-sungguh mendampingi petani dalam memperjuangkan hak haknya,poin ke dua Loeha Raya akan di jadikan program pengembangan Ladah terpadu di Kabupaten Luwu Timur, Kecamatan Towuti.
Sebagai bentuk rasa kecewa Tim Pemenangan IBAS-PUSPA , masyarakat Kecam keras kepala Bupati Luwu Timur agar segera diselesaikan polemik ini demi kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya, jangan hanya mementingkan pribadi mereka butuh pada rakyat disaat kepentingan semacam dukungan politik. Hingga dari 21 poin Kontrak Politik tidak satupun bagi mereka terpenuhi untuk masyarakat Luwu Timur.
Mereka juga menyebut keberhasilan mereka tidak ada campur tangan dari pemerintah daerah , seperti bantuan modal , mereka berdiri sendiri tak ada intervensi dari pihak lain.
" Ada 21 poin yang tertulis di kontrak politik tak satupun terealisasi sekarang kami berjuang sendiri tanpa ada bantuan dari Pemerintah, kami berkembang dengan modal sendiri begitu kami berhasil kami mau di gusur, dengan tegas kami seluruh masyarakat menolak keras tambang kami di gusur , kami disini sudah sejahtera tanpa bantuan siapapun" ujarnya. Selasa 30/09/2025.
Pewarta : sarfan s
Editor; Redaksi

