Isu P3TGAI Tumpang Tindih di Desa Sawah Tengah Dibantah: Itu Bukan Proyek, Hanya Saluran Lama
Sampang, wartapers.com - Klarifikasi adanya Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) di Desa Sawah Tengah, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, diduga tumpang tindih dengan pekerjaan saluran lama yang sempat beredar di salah satu media online.
Hal itu memicu perhatian publik, salah satu warga inisial (T) mendatangi Redaksi Wartapers.com melaporkan dugaan adanya tumpang tindih kegiatan atau pekerjaan irigasi.
Jurnalis Wartapers.com melakukan investigasi langsung ke lokasi, Selasa (23/9) memastikan benar atau tidaknya. Kendati demikian menemukan dua orang pekerja, saat itu mengaduk semen dan diaci serta meneplok ke bagian yang rusak.
Saat ditanya penanggung jawab dari pekerjaan itu, pekerja menjawab mas siapa?
“Kami pastikan Ini bukan proyek mas, juga kami berdua cuma bekerja disini, tuan rumah yang nyuruh kami berdua bekerja ya di rumah ini mas, langsung saja masnya tanya. Dan saluran ini sepengetahuan saya sudah lama mas,“ jawab salah satu pekerja.
“Dan masnya dari mana serta identitas sebagai apa?,“ sontak pekerja balik tanya.
Saat dikonfirmasi tuan rumah dari pekerjaan itu, Suharyadi mengatakan, bahwa benar saya menyuruh mereka bekerja saluran di lingkungan rumah agar ketika musim hujan tetesan air agar tidak masuk ke pekarangan rumah.
Ia memastikan pekerjaan tersebut bukan proyek, dan bukan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI).
Selain itu, saat dikonfirmasi Pj Kepala Desa Sawah Tengah Zainul Ghaffar, melalui saluran WhatsApp panggilan itu bertuliskan memanggil tidak berdering. Lau dihubungi melalui nomor telepon selular, kala itu tidak aktif.
Mencoba mengkonfirmasi salah satu perangkat desa, Sekdes setempat Muhammad Rois, memastikan bahwa pekerjaan tersebut bukan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI). Itu irigasi atau saluran lama di lingkungan rumah warga memang sudah ada sejak dulu.
“Kami pastikan foto yang beredar di medsos atau dimuat di salah satu media online itu tidak benar, bukan kegiatan yang sebenarnya (hoax). Dan bahkan bukan titik kegiatan P3TGAI,“ tegas Rois, Kamis (24/9).
Rois berharap, agar kepada semua pihak untuk bijak dan pandai dalam menyikapi adanya medsos saat ini. Juga jangan sampai terpengaruh kepada isu-isu yang tidak benar dengan mengadu domba oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Jadi, kepada semua pihak apalagi para Gen Z untuk bijak dalam menyikapi medsos. Dan jangan sampai terpengaruh isu-isu yang tidak benar,“ harap Rois.
Pewarta: sul
Editor: redaksi
