SMA Negeri 1 Nubatukan Mantapkan Kerja Sama, Siapkan Siswa Hadapi Tantangan
Lembata, wartapers.com - SMA Negeri 1 Nubatukan terus memperkuat kerja sama lintas pihak demi memantapkan peran sebagai salah satu lembaga pendidikan besar di Kabupaten Lembata. Kepala SMA Negeri 1 Nubatukan, Nicolaus Honi, S.Pd., menegaskan bahwa sinergi antara guru, pegawai, orang tua, hingga pemerintah sangat penting agar seluruh program sekolah dapat berjalan maksimal.
Ia mengatakan komunikasi dengan bawahan maupun atasan sudah mulai dirintis dengan baik. “Kalau kemarin masih ada hal yang kurang, sekarang kami mulai benahi melalui rapat kerja di awal tahun ajaran,” ujarnya, Selasa (26/8/2025).
Selanjutnya, ia menyampaikan bahwa rapat kerja menjadi wadah untuk merencanakan program tahunan, mulai dari penerimaan siswa baru hingga persiapan ujian kelas XII. Tahun ini, target penerimaan 432 siswa terpenuhi dan dibagi ke dalam 12 kelas baru. “Fokus kami dalam waktu dekat adalah mendampingi kelas XII dengan bimbingan belajar sore agar mereka siap menghadapi tes akademik dan seleksi masuk perguruan tinggi maupun sekolah kedinasan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa sekolah memberi perhatian besar pada pengembangan bakat siswa kelas X dan XI melalui kegiatan ekstrakurikuler. Ada sekitar 12 pilihan yang disiapkan, mulai dari olahraga, seni, hingga organisasi kepemimpinan. “Ekstrakurikuler adalah wadah pengembangan diri siswa. Kami sudah sepakati bersama untuk mendukung penuh kegiatan ini,” tutur Nicolaus.
Menurutnya, bidang olahraga menjadi salah satu daya tarik. Cabang seperti sepak bola, futsal, voli, hingga pencak silat terus berkembang. Selain itu, kegiatan pramuka dan drumband tetap menjadi andalan. “Kami ingin setiap siswa memilih minimal satu kegiatan ekstra, agar tidak hanya unggul akademik tetapi juga terasah karakter dan keterampilannya,” tambahnya.
Ia menambahkan, sekolah juga membuka kerja sama dengan pihak eksternal, seperti aparat penegak hukum yang kerap hadir memberi penyuluhan hukum. Di bidang administrasi, transparansi keuangan menjadi perhatian serius. “Kami sepakat, keuangan sekolah harus diaudit setiap tahun agar semua pihak bisa mengetahui kondisi riil lembaga ini,” jelasnya.
Menurut Nicolaus, saat ini SMA Negeri 1 Nubatukan memiliki 42 ruang, termasuk 36 kelas, perpustakaan, UKS, serta ruang guru. Jumlah siswa mencapai 1.263 orang, yang dilayani oleh 95 tenaga pendidik dan pegawai. “Dengan jumlah yang besar, tentu kami berharap dukungan pemerintah provinsi untuk membangun ruang kelas baru dan aula pertemuan yang lebih representatif,” katanya.
Putra Atadei ini juga menekankan bahwa kedisiplinan siswa menjadi perhatian utama. Jam masuk sekolah dimulai pukul 06.30, sementara kegiatan belajar berlangsung pukul 07.00 hingga 13.00. Gerbang sekolah ditutup tepat pukul 07.00. Siswa yang terlambat akan dibina sebelum kembali masuk kelas. “Aturan ini untuk melatih tanggung jawab. Untungnya, komunikasi dengan orang tua berjalan baik sehingga situasi sekolah tetap kondusif,” pungkasnya.
Ia menegaskan bahwa dengan berbagai program tersebut, SMA Negeri 1 Nubatukan ingin terus meneguhkan perannya sebagai lembaga besar yang mampu menyiapkan generasi muda Lembata menghadapi tantangan masa depan dengan percaya diri.
Pewarta: Sabatani
Editor: redaksi
