Peran Istri Jadi Penopang Sejati, Bank NTT Dorong Refleksi di Momen HUT Perwabantt ke-24
Lewoleba - wartapers.com - Persatuan Wanita Bank NTT (Perwabantt) menggelar kegiatan Renungan Malam dan Pendalaman Peran Istri sebagai Pendukung Suami dalam rangka menyongsong Hari Ulang Tahun Perwabantt ke-24. Kegiatan ini diselenggarakan di Kuma Resort, Jumat, 22 Agustus 2025, dan berlangsung penuh keakraban dengan kehadiran pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba, Egbert E.D. Balukh, jajaran pengurus, serta para istri pegawai Bank NTT.
Dalam sambutan pembukaannya, Ketua Perwabantt Cabang Lewoleba Deasy Novalini El Jakob yang dibacakan oleh Plh. Ketua Perwabantt Sofia Gema Galgani Ujan menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini sebagai ruang refleksi dan inspirasi bagi keluarga besar Bank NTT. “Kekuatan sebuah organisasi tidak hanya terletak pada struktur formalnya, tetapi juga pada ikatan emosional dan spiritual di dalam rumah tangga,” ujarnya.
Ketua Perwabantt Cabang Lewoleba, mengatakan semoga Perwabantt Lewoleba terus tumbuh menjadi wadah yang tidak hanya memperkuat profesionalisme, tetapi juga menjadi fondasi dari setiap langkah yang diambil. Tema HUT kali ini, Menyatukan Langkah, Membangun Harapan, bukan sekadar slogan, melainkan ajakan untuk memperkuat sinergi antara peran pribadi dan peran sosial, khususnya dalam konteks keluarga dan karier.
Deasy juga menggarisbawahi bahwa dukungan istri kepada suami memiliki dampak besar, baik dalam keluarga maupun pada perusahaan tempat suami bekerja. Menurutnya, momen peringatan ulang tahun Perwabantt bukan sekadar selebrasi, melainkan saat yang tepat untuk merenungkan nilai kebersamaan dan peran perempuan dalam menopang keberhasilan rumah tangga.
Sementara itu, Pimpinan Bank NTT Cabang Lewoleba, Egbert E.D. Balukh, hadir dan memberikan apresiasi khusus kepada seluruh anggota Perwabantt Cabang Lewoleba. Ia menyampaikan bahwa di balik keberhasilan banyak laki-laki hebat, selalu ada peran istri yang penuh cinta dan pengorbanan.
“Di belahan dunia manapun baik di luar negeri maupun Indonesia, banyak contoh nyata di balik keberhasilan laki laki ada perempuan hebat yang menopang dengan doa dan ketulusan. Presiden Soeharto punya Ibu Tien yang setia mendampingi. Presiden SBY bersama Ibu Ani, dan Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana. Semua tokoh besar itu tidak pernah sendiri, ada perempuan hebat yang selalu setia menopang,” kata Egbert dalam sambutannya.
Ia menambahkan, dalam konteks lokal, begitu banyak pemimpin daerah maupun tokoh masyarakat yang keberhasilannya tidak lepas dari doa dan dukungan istri. “Saya percaya, ibu-ibu di ruangan ini adalah penopang utama bagi suaminya. Kelak, bisa jadi ada suami-suami di sini yang menjadi pemimpin besar. Dan pastinya, ada peran istri yang luar biasa di balik itu semua,” lanjutnya.
Egbert juga menekankan bahwa kegiatan reflektif seperti ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan harus dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Bukan hanya hadir, mendengar, dan selesai. Tapi mari kita bawa nilai-nilai ini ke rumah tangga kita masing-masing,” pesannya.
Acara ini diisi dengan renungan, materi pendalaman, serta ruang diskusi bersama yang membahas tantangan dan peluang peran istri dalam mendukung suami. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi, sembari berbagi pengalaman nyata dari kehidupan keluarga mereka. Pemateri yang dihadirkan diantaranya Katekis Marsel Aluken dan pelaku UMKM Yuni Darmayanti.
Menurut Egbert, rumah tangga adalah fondasi utama yang menentukan kualitas kerja dan kepemimpinan seorang pria. “Kalau rumah tangga kuat, pekerjaan pun bisa maksimal. Tapi kalau rumah tangga rapuh, suami bisa goyah dalam pekerjaannya. Di sinilah peran istri begitu penting,” tegasnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan narasumber yang memberikan wawasan praktis mengenai keharmonisan keluarga dan pengelolaan peran ganda perempuan. Dengan gaya yang ringan namun penuh makna, diskusi berlangsung interaktif dan memberi inspirasi bagi semua peserta.
Suasana acara semakin hangat ketika Egbert menutup sambutannya dengan sebuah pantun: “Jalan-jalan ke tepi pantai, indah terasa sehingga bersemi. Ibu setia jadi penopang sejati, dengan sukacita kegiatan ini kita hayati.” Pantun itu disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta.
Dengan resmi, Egbert membuka kegiatan Renungan Malam dan Pendalaman Peran Istri sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-24 Perwabantt. “Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan menjadi berkat, bukan hanya bagi keluarga besar Bank NTT, tapi juga bagi masyarakat sekitar,” ujarnya menutup.
Melalui momentum ini, Perwabantt kembali menegaskan perannya bukan hanya sebagai organisasi pendamping, melainkan juga sebagai wadah penguatan peran perempuan dalam mendukung keberhasilan keluarga, organisasi, dan bangsa.
Pewarta: sabatani
Editor: redaksi


