Bukti Sikap Solidaritas , Para Mahasiswa Gelar Aksi Turun Jalan di Depan Polres Sampang dengan Tuntutan Ini...!

Gambar : Para Mahasiswa yang turun  jalan menuju Mapolres Sampang menyampaikan aspirasinya

Sampang, wartapers.com  – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi ekstra kampus di Kabupaten Sampang menggelar aksi damai di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sampang. Minggu 31/08/2025.

Sebagai pemantik , Aksi ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas atas tewasnya Affan Kurniawan (21), seorang pengemudi ojek daring, yang meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis ( Rantis )  Brimob dalam sebuah aksi demonstrasi  depan gedung DPR di Senayan ,Jakarta Pusat pada Kamis 28/08/2025.  Namun, aksi damai yang awalnya berjalan tertib tersebut mendadak memanas setelah Kapolres Sampang, AKBP Hartono, menolak menandatangani berita acara tuntutan mahasiswa.

Aksi yang dipicu oleh rasa duka dan kemarahan atas tragedi ini dimulai dengan long march dari Pasar Tradisional Srimangun menuju Mapolres Sampang. Di tengah rintik hujan, massa menyusuri Jalan KH. Wahid Hasyim hingga Jl.  Jamaludin sembari menyuarakan orasi dan tuntutan mereka. Ketua PC PMII Sampang, Latifah, dalam orasinya menegaskan bahwa tragedi yang menimpa Affan bukanlah sekadar kecelakaan. 

"Tragedi ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan potret kelam wajah demokrasi di negeri ini. Ketika aparat negara justru menjadi momok menakutkan bagi rakyat," serunya.

Ketegangan mulai memuncak saat Kapolres Hartono menolak memenuhi permintaan mahasiswa untuk menandatangani berita acara tuntutan. Keputusan ini dianggap sebagai bentuk ketidakpedulian dan memicu kekecewaan massa. Akibatnya, mahasiswa langsung melakukan blokade di jalur nasional, tepatnya di simpang empat Jalan Jaksa Agung Suprapto, menyebabkan kemacetan parah selama puluhan menit. Suasana yang awalnya kondusif pun berubah menjadi penuh emosi dan perlawanan.

Melihat situasi yang semakin tak terkendali, pihak kepolisian berupaya membubarkan massa dengan cara represif. Dorong-dorongan tak terhindarkan dan bentrokan kecil pun pecah. Seorang peserta aksi meneriakkan kekecewaannya, "Kami datang dengan damai, tapi perlakuan aparat di lapangan justru menunjukkan wajah represif. Ini bukti Polri masih jauh dari semboyan Presisi." Aksi tersebut menunjukkan adanya jarak yang kian lebar antara masyarakat sipil dan aparat penegak hukum.

Dalam tuntutannya, para mahasiswa membawa enam poin utama, di antaranya: 

Investigasi transparan atas tragedi yang menimpa Affan Kurniawan, penghentian tindakan represif aparat, jaminan kebebasan berpendapat, reformasi menyeluruh terhadap institusi Polri, serta ikrar terbuka dari Polres Sampang untuk melindungi massa aksi. 

Mereka juga menuntut transparansi hukum atas berbagai kasus besar di Sampang yang dinilai mangkrak. Latifah juga melontarkan kritik pedas , "Jangan hanya keras ke rakyat kecil, tapi lunak di hadapan mafia hukum."

Di sisi lain, Kapolres AKBP Hartono menyampaikan belasungkawa atas insiden tersebut dan membantah adanya instruksi institusional untuk melakukan tindakan represif.

 "Secara institusi, tidak ada perintah dari Polri untuk melakukan tindakan seperti itu. Kami juga manusia yang punya nurani. Bahkan kami telah mengadakan salat gaib untuk almarhum sebagai bentuk empati," ucap perwira menengah dua melati dipundaknya itu . Minggu 31/08/2025.

Namun, pernyataan ini dinilai hanya bersifat normatif dan tidak menyentuh akar permasalahan yang diangkat oleh mahasiswa.

Aksi demonstrasi di Sampang ini menjadi cerminan dari meningkatnya ketidakpercayaan publik terhadap aparat kepolisian. Alih-alih meredam amarah rakyat, tindakan represif justru semakin memperlebar jurang pemisah antara Polri dan masyarakat. Tuntutan mahasiswa ini bukan sekadar seruan atas satu kasus, tetapi juga desakan untuk perbaikan sistematis dan reformasi yang nyata.

 "Polri harus sadar, demokrasi bukan diukur dari seberapa kuat mereka memukul mundur rakyat, tetapi seberapa tulus mereka mendengar dan melindungi suara rakyat," pungkas salah satu mahasiswa.



Redaksi 
KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Memuat BERITA UPDATE TERKINI…

𝐖𝐀𝐑𝐓𝐀 𝐋𝐈𝐏𝐔𝐓𝐀𝐍 𝐏𝐎𝐏𝐔𝐋𝐄𝐑

Memuat...