Literasi Lembata Masih Zona Merah, Upaya Peningkatan Harus Dilakukan Secara Berkelanjutan
Lembata,||wartapers.com - Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Lembata, Anselmus Ola, melalui Kepala Bidang Pengelolaan Layanan dan Pelestarian Bahan Perpustakaan, Marselinus Dorong, menegaskan bahwa literasi di Kabupaten Lembata masih berada dalam zona merah. Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan perlombaan literasi tingkat kecamatan Wulandoni, yang diikuti oleh siswa-siswi dari berbagai jenjang, mulai dari SD hingga SMA se kecamatan Wulandoni, yang diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Wulandoni pada Rabu, 16 Oktober 2024.
Kabid Marsel memberikan apresiasi kepada SMAN I Wulandoni yang berani berinovasi dengan menyelenggarakan kegiatan ini untuk memfasilitasi siswa-siswi berkompetisi sekaligus menjalin silaturahmi.
"Kami berharap guru-guru dan karyawan sekolah dapat memotivasi anak-anak untuk membaca buku-buku literasi umum. Ini penting untuk mendukung pengetahuan mereka dalam proses belajar," ujarnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program "Gemar Membaca" yang diluncurkan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, bekerja sama dengan sekolah-sekolah untuk mendistribusikan buku-buku bacaan kepada siswa. Dengan demikian, diharapkan para pelajar dapat lebih mudah mengakses bahan bacaan berkualitas. Marsel menegaskan dukungannya terhadap kegiatan literasi dan berharap setiap sekolah menyelenggarakan program serupa, sembari menjelaskan bahwa rendahnya tingkat literasi di Kabupaten Lembata menjadi tantangan yang harus dihadapi. "Upaya peningkatan harus dilakukan secara berkelanjutan," tambahnya.
Ia juga mengajak kepala sekolah dan pihak terkait untuk menjalin kerja sama lebih erat dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan demi memperbesar akses siswa terhadap buku-buku yang bermanfaat bagi perkembangan literasi mereka. Kepala SMAN I Wulandoni, Yeremias Dua Wuwur, menambahkan, "Kegiatan ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan literasi, tetapi juga untuk membangun karakter siswa yang mencintai membaca. Kami berharap perlombaan ini dapat menumbuhkan minat baca dan keterlibatan siswa dalam kegiatan literasi."
Perlombaan literasi di Wulandoni diharapkan bukan hanya sebagai ajang kompetisi, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi siswa dalam memahami pentingnya membaca.
"Semoga kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Lembata untuk mengembangkan program literasi yang inovatif," tutup Marsel.
Marsel juga menyatakan bahwa peningkatan minat baca di kalangan siswa adalah tanggung jawab bersama. Dukungan dari semua pihak, termasuk orang tua dan komunitas, sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif untuk literasi. Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, diharapkan literasi di Kabupaten Lembata dapat meningkat dan membawa manfaat bagi generasi mendatang.
"Kami berharap dengan adanya perlombaan ini, minat baca siswa dapat terstimulus, dan mereka lebih bersemangat dalam menggali pengetahuan melalui membaca," tutup Marsel.
Melalui langkah-langkah konkret ini, Kabupaten Lembata berupaya menjadikan literasi sebagai fondasi penting dalam pendidikan, demi mencetak generasi yang cerdas dan berwawasan luas.
Pewarta : sabatani
Editor: redaksi
