Sosialisasi Pengembangan Integrated Farming Berkelanjutan dengan Pemanfaatan Kotoran Sapi
Bangkalan,||wartapers.com - Universitas Trunojoyo Madura sukses menggelar penyuluhan bertema "Pengembangan Integrated Farming Berkelanjutan dengan Pemanfaatan Kotoran Sapi sebagai Pupuk Kompos dan Pembuatan Pakan Pelet untuk Peningkatan Produktivitas Sapi Madura" pada 1 September 2024. Acara ini melibatkan peternak di Desa Pangereman, Batu Marmar, Pamekasan, dan menghadirkan tiga pemateri ahli di bidangnya.
Penyuluhan dibuka oleh Urip Kusdijono, pengawas bibit ternak DKPP Kabupaten Pamekasan, yang membahas Uji Performans dan Sertifikat Keterangan Layak Bibit (SKLB). Materi ini penting untuk mengetahui tingkat performa sapi agar dapat memilih bibit dengan penampilan terbaik untuk dikembangkan pada generasi berikutnya.
Selanjutnya, Nurul Hidayati, S.Si., M.Si., Dosen Peternakan Universitas Madura, memaparkan proses pembuatan kompos dengan menggabungkan beberapa bahan seperti kotoran sapi, rumput gajah, dan janggel jagung.
Prof. Ir. Bambang Suwignyo, S.Pt., M.P., Ph.D, IPM, ASEAN Eng, Dosen di Laboratorium Hijauan Makanan Ternak dan Pastura Universitas Gadjah Mada, menutup sesi pemaparan dengan membahas metode pembuatan pakan pelet dari campuran bahan seperti janggel jagung yang dihaluskan, sekam, rumput gajah, dan air.
“Semuanya bisa dijadikan uang, asal kita bisa mengolahnya” canda Profesor.
Setelah sesi pemaparan, para peserta diberikan kesempatan untuk mengikuti praktek langsung. Dalam sesi ini, peserta diajarkan cara mengolah limbah ternak menjadi produk bernilai tambah serta proses pembuatan pelet untuk meningkatkan kualitas sapi Madura.
Penulis ;mk
Editor: redaksi
