Penduduk Desa Wailebe Ambil Alih Pembangunan JTP yang Rusak
Penduduk Desa Wailebe Ambil Alih Pembangunan JTP yang Rusak
Flotim, ||wartapers.com - Penduduk Desa Wailebe, Kecamatan Wotan Ulumado, Kabupaten Flores Timur, bersatu dalam usaha memperbaiki Jembatan Tambatan Prahu (JTP) yang rusak akibat gelombang musim barat, 1 Januari 2023 lalu.
Rofinus Tokan, warga Desa Wailebe, Kabupaten Flores Timur, menjadi teladan semangat gotong royong dalam upaya membangun kembali Jembatan Tambatan Prahu itu.
Dirinya membagikan cerita tentang langkah terbaru dalam pembangunan dimana warga setempat menyingsingkan lengan baju menggalang dana secara swadaya dan memulai tahap awal pembangunan pada 31 Oktober 2023 yang ditandai dengan penggalian fondasi dan pemindahan balok kubus sebagai upaya perbaikan oleh ekskavator.
Selain keterlibatan masyarakat setempat, dukungan warga diaspora Wailebe menurut Rofin Tokan memberikan makna dan memudahkan proses pembangunan, dimana setiap kepala keluarga dari 110 rumah tangga (KK) menyumbangkan Rp 100.000.
Selain itu, menurut Rofin, bantuan juga datang dari Dispora Wailebe di berbagai lokasi seperti Kota Kinabalu, Tawao Malaysia, Larantuka dan Lewoleba serta dari perantau di beberapa kota lainnya.
Rofinus Tokan melaporkan bahwa hampir 50 kali muatan material dum truck telah digunakan untuk penimbunan material agregat dari Boloknia, Wailebe, guna meratakan JTP Wailebe. Pada 9 November 2023, pengecoran rabat pada talud JTP dilakukan dengan bantuan swadaya masyarakat desa beserta para donatur.
Semangat Kebersamaan dan Harapan Baru, setelah pengecoran talud selesai, seluruh tim berkumpul di JTP Wailebe untuk bersantap dan merayakan dengan memakan kue "Sanggar".
Antusiasme dan kebersamaan masyarakat memberikan harapan akan pemulihan JTP Wailebe, mengangkat semangat bagi semua. Namun, keberhasilan ini juga menyoroti pentingnya peran Pemerintah Daerah Flores Timur dalam memberikan dukungan serta bantuan yang lebih terstruktur untuk memastikan pembangunan infrastruktur yang lebih berkelanjutan dan terencana.
Pewarta: sultan sabatani
