Viktor Mado SH, Wakil Ketua Komisi III DPRD Propinsi NTT, Desak Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Dana Covid-19

Viktor Mado SH, Wakil Ketua Komisi III  DPRD Propinsi NTT, Desak Tindaklanjuti Dugaan Korupsi Dana Covid-19




Lewoleba, || wartapers.com -  Viktor Mado SH, Wakil Ketua Komisi III DPRD Propinsi NTT, mempertanyakan kebijakan insentif dana Covid-19 yang diperuntukkan bagi pejabat negara, terutama dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Bupati. 

Sebab baginya, tidak ada nomenklatur yang mendukung penggunaan dana Covid-19 untuk pejabat publik.

"Sebagai pejabat publik dan anggota DPRD propinsi, tidak ada nomenklatur seperti itu, dan untuk dana Covid-19, diperuntukkan untuk masyarakat kecil dan tenaga kesehatan, itu saja TITIK," tegas Mado Watun. Ia juga menegaskan bahwa di kabupaten lain di NTT, tidak ada istilah insentif, terutama bagi pejabat publik.


Mado Watun juga menyampaikan kekecewaannya kepada teman-teman aktivis, mengapa mereka tidak bersurat kepada DPRD propinsi NTT agar kasus dugaan korupsi Covid-19 dapat ditindaklanjuti secara transparan. Ia meminta Forum Penyelamat Lewotanah Lembata (FP2L) untuk segera bersurat kepada DPRD propinsi NTT guna memastikan kasus ini ditindaklanjuti oleh Kejaksaan Tinggi di Kupang.


Wakil Ketua Komisi 3 DPRD Propinsi NTT ini berharap bahwa kasus dugaan korupsi Covid-19 dapat terungkap dan dibawa ke publik Lembata. "Mari kita berjuang bersama sehati sejiwa demi Lembata yang bersih," tutup pernyataan Mado Watun.


FP2L, Forum Penyelamat Lewotanah Lembata, turut menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Lembata, khususnya kepada PJ Bupati Lembata, Kajari Lembata, Kejati NTT, Kejagung RI, dan Presiden RI. Mereka mengingatkan bahwa dana Covid-19 seharusnya disalurkan dengan benar sesuai dengan tujuannya, yakni untuk masyarakat kecil dan tenaga kesehatan, dan bukan untuk pejabat negara.


Pernyataan tegas dari Mado Watun dan FP2L menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penyaluran dana Covid-19, serta upaya bersama untuk menjaga Lembata. 



Pewarta : sultan sabatani

Editor : redaksi

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image