Ini Rahasia Sukses Toko 35: Beromset Rp. 200 Juta dalam 3 Hari Berturut-turut
Ini Rahasia Sukses Toko 35: Beromset Rp. 200 Juta dalam 3 Hari Berturut-turut
Lembata,||wartapers.com. - Toko 35 sebuah tempat belanja di Lewoleba, Kecamatan Nubatukan, Kabupaten Lembata, Provinsi NTT yang telah mendapatkan izin operasi OSS, menjadi "sorotan" setelah berhasil mencetak omset luar biasa, mencapai Rp. 200 juta dalam tiga hari berturut-turut.
Di tengah kesuksesan ini, muncul keluhan terutama sejumlah pedagang di kota Lewoleba yang mulai merasa terganggu, cemas, gelisah dan resah dengan kehadiran toko 35 yang diklaim telah merugikan omset para pedagang tersebut.
Keresahan dan kegelisaan sejumlah pedagang pasar itu kemudian disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Lembata.
Ironisnya, permintaan itu bernada ekstrim, minta ditutup saja,
sementara, Pemerintah Kabupaten Lembata berada dalam situasi dilematis karena keberadaan Toko 35 telah memperoleh izin dari pusat, sehingga kewenangan pemerintah daerah terbatas.
Plt. Kepala Dinas Koperasi, Donatus Boli Lajar, ketika bertemu dengan Manajer Toko 35 mendapatkan klarifikas dari manajer Toko 35, Sukarjo bahwa Toko 35 menjual beragam barang sesuai dengan spanduk 35, termasuk pakaian, perlengkapan rumah tangga, mainan anak-anak, dompet, sepatu, dan sandal, semuanya dengan harga yang ditetapkan sebesar 35.
"Ini memungkinkan masyarakat lokal untuk mendapatkan barang-barang dengan harga terjangkau," tutur Sukarjo.
Manajer Toko 35 juga menyatakan bahwa kehadiran Toko 35, setidaknya telah menciptakan lapangan kerja, dimana telah terekrut 14 orang karyawan lokal yang digaji sesuai standar UMR.
Menurut Sukarjo, selama beroperasi, pihaknya mendapatkan respon positif dari masyarakat, setidaknya inilah kondisi yang dialami Toko 35 yang telah berada di sejumlah daerah yang telah mencapai 34 cabang ternasuk di Lembata.
Sukarjo juga menjelaskan, Toko 35 adalah toko biasa dengan kategori produk yang beragam.
Masyarakat lokal dan pemerintah kini sedang berupaya mencari solusi yang adil untuk mengatasi ketegangan ini, sambil tetap menjaga kesejahteraan UMKM dan masyarakat sekitar.
Pewarta: sultan sabatani
Editor : redaksi
