Ekslusif Kunjungan ke MPP Kabupaten Lembata - Tingkatkan Pelayanan Publik di Pulau Lewoleba
Ekslusif Kunjungan ke MPP Kabupaten Lembata - Tingkatkan Pelayanan Publik di Pulau Lewoleba
Provinsi NTT||wartapers.com_Tim Ombudsman Perwakilan NTT terus melakukan safari setelah sebelumnya berkunjung ke Lapas kelas III Lewoleba. Kali ini tim yang dinahkodai Darius Beda Daton selaku kepala perwakilan
memasuki gedung yang bakal menjadi tonggak sejarah Kabupaten Lembata.
Gedung megah yang dikenal sebagai Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Lembata di Lewoleba yang telah menjadi perbincangan hangat. Ini bukan hanya sebuah gedung, tetapi simbol ambisi pemerintah untuk mengubah pelayanan publik.
Kunjungan ini sangatlah beralasan menyusul niat baik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berencana untuk mengoperasikan MPP Kabupaten Lembata pada tahun 2024.
Darius Beda Daton kepada media ini, Rabu, 6 September 2923, mengatakan, langkah kongkrit ini dilakukan mengikuti kehendak Peraturan Presiden Nomor 89 Tahun 2021 dan Peraturan Menteri PAN RB Nomor 9 Tahun 2021 yang mengatur tentang penyelenggaraan MPP, menegaskan kewajiban pemerintah kabupaten/kota untuk menyediakan Mal Pelayanan Publik di daerahnya.
"MPP adalah konsep inovatif yang menggabungkan pelayanan publik dari berbagai pihak, termasuk kementerian, lembaga, pemerintah daerah, badan usaha milik negara, dan sektor swasta, menjadi satu tempat. Ini bertujuan untuk meningkatkan kecepatan, kemudahan, jangkauan, kenyamanan, dan keamanan pelayanan kepada masyarakat," tegas Darius.
Darius juga mengatakan, hingga saat ini, hanya beberapa kabupaten di NTT yang telah memiliki MPP, di antaranya, Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Ngada.
"Dengan pembangunan MPP di Kabupaten Lembata, komunikasi dan koordinasi antara instansi pusat dan daerah, serta BUMN dan BUMD, akan lebih mudah. Ini akan menjadi pusat layanan perizinan dan non-perizinan, yang akan memberikan kemudahan bagi warga," tegasnya.
Menurut Darius, saat inu Pemerintah Provinsi NTT memiliki target ambisius untuk membangun MPP di seluruh NTT pada tahun 2024. Namun, ini adalah tantangan besar, terutama dalam hal keuangan daerah. Proses pembangunan harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari pembangunan fisik gedung, pengembangan sistem, hingga penyediaan sumber daya manusia yang berkualitas.
Darius Beda Daton juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Lembata atas upaya nyata hadir di tengah kehidupan masyarakat dengan membangun MPP ini.
"Semoga langkah ini membawa manfaat besar bagi seluruh warga Kabupaten Lembata, memungkinkan masyarakat dengan mudah mengakses berbagai layanan penting. Mari kita sambut masa depan pelayanan publik yang lebih baik di Pulau Lembata,"tuturnya.
Pewarta: sultan sabatani
Editor : SF
