Tudingan pukulan mengguncang Kehidupan Masyarakat. VBTN Siap Hadapi
Tudingan pukulan mengguncang Kehidupan Masyarakat. VBTN Siap Hadapi
Larantuka, || wartapers.com - Kota Nagi, Tanah Serani Larantuka kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya laporan polisi yang menuding seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) berinisial VBTN diduga terlibat dalam tindakan kekerasan fisik terhadap seorang pemuda bernisial ALMB, warga Kampung Baru, Kelurahan Waibalun, Kecamatan Larantuka, Kabupaten Flores Timur.
VBTN membantah bahkan kembali menuding, laporan polisi itu disinyalir bermakna ganda dan penuh dengan kepentingan politik.
Dalam laporan polisi, terungkap bahwa tindakan kekerasan, atau pengeroyokan itu diduga dilakukan VBTN dan seorang warga Waibalun yang belum terkonfirmasi identitasnya di wilayah yuridiksi kelurahan Waibalun, tepatnya area pelabuhan penyeberangan kapal Very kemarin petang.
VBTN yang dikonfirmasi media ini sontak kaget dan menyatakan bahwa tidak pernah melakukan tindakan kekerasan terhadap korban, tetapi sebagai warga negara yang taat hukum dirinya siap menghadapi dan menghormati proses yang ada
Dirinya juga menduga, jika laporan polisi itu diskenariokan untuk mengganyang dirinya karena alasan politik yang kuat.
Bahkan dalam pertemuan dengan sejumlah tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di namang adat Waibalun, para sesepuh setempat menolak peristiwa kemarin sore itu diberi judul sebagai tindakan pengeroyokan dan penganiayaan.
Dan, sebagai respon positif untuk sesuatu yang lebih besar demi perdamaian, sejumlah sesepuh Kelurahan Waibalun telah datang ke pihak keluarga ALMB untuk menawarkan solusi damai dengan permintaan maaf demi harga diri dan marwah keluarga.
"Saya memastikan bahwa laporan tersebut adalah upaya untuk menyudutkan saya dan memanfaatkan situasi politik yang tengah hangat saat ini," ungkap VBTN.
VBTN mengkonfirmasi jika adegan kekerasan yang melibatkan tamparan, cekikan, dan pukulan maka sudah pasti ALMB mengalami memar dan luka serius bahkan mungkin saja saat ini berada di rumah sakit.
"Namun yang terjadi, tidak demikian,"tutur VBTN.
Dia juga berjiwa besar menghadapi seluruh proses menyusul upaya persuasif solusif tawaran perdamaian perwakilan tokoh adat Waibalun tak diindahkan ALMB.
Meski tuduhan ini tengah menggegerkan, sebagian warga Larantuka mengharapkan agar, peristiwa itu diselesaikan secara kekeluargaan dalam bingkai Lamaholot.
Saat ini sejumlah orang tua di Waibalun seperti Markus Ubuama Tukan, Antonius Parak Balun, Yohanes Kowa Kromen, Theodorus M. D Kedang dan Yakobus Milan Betan berupaya untuk mencari alternatif bijak menyelesaikan masalah ini demi Waibalun, demi Kampung Baru dan sudah tentu demi tanah serani nagi Larantuka.
Pewarta: Sultan Sabatani
Editor : redaksi
