Ricuh..! Hingga Menantang Sumpah Al Qur'an Kedua PKL Alun-alun Tuai Kontroversi

Ricuh..!  Hingga Menantang Sumpah Al Qur'an Kedua PKL Alun-alun Tuai Kontroversi 



Sampang , || wartapers.com -   Banyak Nya pedagang kali lima ( PKL) yang semakin lama semakin ramai hingga bertambah, para pedagang di alun-alun Wijaya Kusuma kini menuai kontroversi sesama satu profesi , kejadian tersebut disinyalir akibat perebutan lahan sehingga harus membuat suasa menjadi gaduh.


Polemik satu profesi ini terjadi jika dirinya mengaku mengetahui pembatas yang telah di berikan pihak ketua paguyuban pedagang di area alun-alun Trunojoyo.



Warga Sampang mulai Resah Alun-Alun Trunojoyo Sampang Rawan Curanmor, Waspada..!



Salah satu pedagang saat hendak di mintai keterangan akibat polemik yang terjadi pada PKL yang berada di sebelah barat depan kantor DPRD kabupaten Sampang. 




Ia menjelaskan jika hal ini terjadi akibat perebutan lahan sesama PKL sehingga harus menuai sorak serta kritikan dari pengunjung serta PKL lainya.



" Ya Karna perebutan lahan, katanya dia yang geser namun satunya juga tak mau kalah , katanya si B yang geser ke lahan si A, dan seterusnya, mulai dari kemaren mereka cekcok akibat lahan itu ,"  ujar PKL lain. 


Hal lain yang mengejutkan dan memicu perdebatan hingga hampir terjadi kekerasan fisik,  dari perdebatan itu lebih parahnya lagi , pihak PKL anggap Si B( selatan )  mengajak si A untuk sumpah Al Qur'an kepada si A ( utara) , Pihak B pun langsung mengambil Al Qur'an di mushola kantor DPRD dan membawanya di kejadian perkara tersebut. 


" ( Mayuh sompa Al Qur'an Mon been romaaah Bender ( Ayo kita sumpah Al Qur'an jika kamu merasa benar)  ,, ! Ujar B.

Dengan permintaan dari Si B , A pun menyanggupi sumpah yang di suguhi si B.

" Ayuk  sapah SE takok marah dimah Al Qur'an nah, mayuh ..! ( Ayo siapa takut, mana ambil Al Qur'an nya"  ujarnya A.


Perdebatan tersebut mengundang banyak pengunjung serta petugas satpam DPRD yang melerai pertikaian di lokasi, dan salah satu sanak keluarga si A ( Utara) meminta maaf kepada si B ( selatan ) untuk mengentikan perdebatan ini, dan memilih jalan damai.


Tak Tahu Malu! Pelaku Pencurian Diduga Oknum TNI, Oknum Wartawan Karbitan Disorot


" Ayo Jangan ramai gini , jangan Sampe ribut di tengah jalan  malu di lihat orang, ayo kita saling berbagi tempat , gak mungkin kita kaya hanya gara-gara jualan ini, untung juga GK seberapa, " tandas sanak keluarga A ( selatan ) sambil memohon . 


Permasalahan yang janggal di karekan batas  garis PKL yang sebelumnya pernah ada , namun sekarang garis tersebut raib tidak ada bekas , hal Tersebut akan  menimbulkan konflik sesama Profesi  seperti yang di ungkapkan oleh pengendara motor yang melewati area PKL.


" Kok sampe bisa ribu bahkan sampe ada yang sumpah-sumpah Al Qur'an,. Memang ketua paguyuban disini tidak tanggung jawab , ya setidaknya harus ada garis pembatas memang tidak ada ya .?  Semabari bertanya. 



Dengar pernyataan dari pengendara motor, pihak PKL lain pun menjawab pernyaatan Tersebut dengan tegas.



" Dulu di kasih pak , tapi sekarang wes pudar, tapi kenapa tidak ada pengecekan lagi , ya di buat yang baru lagi, kalao bisa yah permanen,biar tidak ricuh terus akibat lahan.,"  tegasnya.



Pewarta : redaksi

Editor : redaksi 

KABAR NASIONAL
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image