Melodi Sason Memikat Dunia, Kisah Sukses Weking Populerkan Tradisi Lewohala
Melodi Sason Memikat Dunia, Kisah Sukses Weking Populerkan Tradisi Lewohala
Larantuka, || wartapers.com - Siapa yang tak kenal lagu daerah Sason. Lagu yang berkisah tentang Sina Puri, tokoh kharismatik kampung Lewohala yang membangun Korke atau Koke Bale Bua Naja sebagai salah satu bentuk simbol persatuan dan kesatuan saat di kampung itu, kini diramu kembali oleh seniman muda tanah itu Alfonsius Dowo Weking, saat masih berusia 35 tahun, ketika masih menjabat sebagai Kaur Pembangunan Desa Lewohala.
Dan melalui pengembangan seni dan pembangunan desa yang dipimpin oleh kepala desa yang juga seorang seniman, Alfons Weking menghadirkan lagi tradisi, budaya dan merawatnya.
Alfons Weking telah menghidupkan kembali lagu Sason, sebuah lagu daerah yang menggambarkan kisah Sina Puri, tokoh kharismatik kampung Lewohala.
Alfons Weking, yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Desa Lewohala, meramu kembali lagu Sason dengan sentuhan kreatifnya setelah belajar seni di Jogjakarta " Lewo Soron Mo Lodo Pana, Tana Tapin Mo.Gawe Balik.
Dan lagu ini, setidaknya menggabungkan irama kolosad "retung atau giring-giring" dengan irama musik modern yang diaransemen dengan baik yang tercipta dari image inspiratif Alfons untuk menciptakan suasana yang lebih hidup, mantap dan elok didengar.
"Sason sebenarnya adalah syair rakyat yang diterjemahkan oleh para tetua setelah mereka menjaga rumah adat semalam suntuk. Lagu ini bermula dari bunyi jengkrik dan cacing tanah yang terdengar oleh Sina Puri," ungkap Alfons Weking, sang pelantun dan pencipta lagu Sason, yang saat ini sudah menjadi kepala Desa Lewohala.
Sebagai kepala desa, Alfons Weking merasa bangga dapat berperan dalam merawat tradisi, menjaga budaya, dan menghidupkan kembali lagu Sason yang kini telah menjadi pengiring tarian dalam berbagai acara seperti pesta pernikahan dan perayaan lainnya. Ia juga menggabungkan jiwa seninya dengan kehidupan warga setempat, menciptakan harmoni yang menarik di tengah hegemoni masyarakat Desa Lewohala.
Alfons Weking menambahkan bahwa saat ini Desa Lewohala telah mengalami perubahan yang signifikan.
Itu terlihat dari peningkatan sarana dan prasarana, seperti pembangunan 135 Unit Sambungan Rumah air minum (SR) dan bantuan 34 unit rumah layak huni yang didanai oleh pemerintah pusat.
Hal ini menunjukkan keberhasilan jaringan dan kerja sama yang dibangun Kades Alfons Weking.
Namun, sebagai manusia, Alfons Weking juga berharap adanya kontribusi pikiran dan materi dari masyarakatnya.
Ia berharap agar Desa Lewohala yang terkenal dengan lagu Sason sebagai pengiring tarian Semogong semakin maju dan terkenal tidak hanya di kawasan Baipito, tetapi juga di seluruh dunia.
Dengan semangat membangun desa dan menjaga warisan budaya, Alfons Weking terus menginspirasi masyarakatnya untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa dan mempromosikan kekayaan budaya Lewohala.
Dengan adanya lagu Sason yang kembali hidup, Desa Lewohala diharapkan dapat tumbuh menjadi destinasi wisata budaya yang terkenal dan berkontribusi dalam memperkenalkan keindahan dan kekayaan tradisi Flores Timur kepada dunia.
Pewarta :sultan sabatani
Editor : redaksi
